Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Objek Wisata Bukit Jati Makin Saru Gremeng
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keberadaan objek wisata Bukit Jati Gianyar sampai saat ini makin tak jelas. Belum ada kajian yang matang terkait masalah penataan sekaligus renovasi objek ini.
Saking, lamanya tak tergarap, warga Gianyarpun mulai menyodok masalah ini. Seperti yang diungkapkan oleh Pande Komang Karyawan, salah satu tokoh masyarakat Beng, Gianyar.
Prihal pengembangan Objek Wisata Bukit memang sejak dulu dibicarakan. Namun, sampai kini kajian –kajian itu memang tak jelas alias saru gremeng. Bahkan, seingatnya pernah objek wisata itu diusulkan untuk pembangunan Pura Jagatnatha, terus sempat juga menggelinding masalah usulan pembangunan Art
Center. Namun, nasibnya sama enggak jelas.
“ Kami sudah mengopinikan hal ini sejak dulu, namun belum ada tindakan yang jelas mengenai tindak lanjut pengembangan objek wisata Bukit Jati, “ ungkap Karyawan.
Lebih jauh, sambung Karyawan, menurutnya guna menyeimbangkan pembangunan Bali Barat, dan Bali Timur, penataan ataupun renovasi dari Objek Wisata ini mutlak dilakukan, sehingga perbaikan Objek ini tak sekedar wacana saja.
“ Sangat penting memang jika Objek Wisata ini dikembangkan, sehingga menjadi hiburan alternatif di Kota Gianyar, namun permasalahan tak segampang itu, semuanya butuh kajian yang matang, “ jelasnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3071 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2102 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun