Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pandu Prapanca Pimpin Jagabaya Bali Adung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sosok Pandu Prapanca Lagosa resmi didaulat memimpin Jagabaya Bali Adung setelah prosesi pengukuhan yang digelar melalui upacara mejaya-jaya di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (25/3/2026).
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pasemetonan adat dalam menjaga kesucian kawasan Pura Agung Besakih.
Di bawah kepemimpinannya, Jagabaya Bali Adung yang beranggotakan sekitar 300 orang dari 12 pasemetonan, termasuk Catur Lawa, siap ngayah dalam pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026.
Kehadiran Jagabaya Bali Adung diharapkan dapat bersinergi dengan pecalang Desa Adat Besakih dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian karya berlangsung.
Pandu menegaskan bahwa Jagabaya Bali Adung tidak sekadar berperan sebagai organisasi pengamanan, namun memiliki tujuan lebih luas dalam menjaga taksu dan marwah Pura Penataran Agung Besakih.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan antar pasemetonan sebagai satu keluarga besar yang berlandaskan nilai-nilai warisan leluhur.
“Kita di Catur Lawa adalah keluarga, tidak ada lagi perbedaan. Semua berdasarkan purana dan warisan ida sesuhunan,” ujarnya.
Dengan semangat ngayah dan kebersamaan, Jagabaya Bali Adung di bawah komando Pandu Prapanca Lagosa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyukseskan IBTK 2026, sekaligus menjaga keharmonisan adat, budaya, dan spiritualitas di kawasan Besakih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun