Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pangdam Maruli Akui Tren Covid-19 di Bali Meningkat

Rabu, 26 Januari 2022, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pangdam Maruli Akui Tren Covid-19 di Bali Meningkat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengakui penyebaran kasus covid-19 di Bali kembali menunjukkan tren peningkatan. 

Ia pun berharap agar masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan tidak usah panik.

 

Hal itu diungkap Pangdam Maruli di tengah pemberian bantuan untuk masyarakat di Wantilan Pura Puseh Dalem Ayunan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung, Selasa 25 Januari 2022 sore. 

Pangdam Maruli mengatakan sangat percaya kepada masyarakat Bali yang selalu mendukung langkah dan upaya pemerintah. Apalagi, katanya selama dua tahun merebaknya Covid-19, Bali termasuk Provinsi yang paling terdampak terhadap ekonomi sehingga menjadi perhatian pemerintah pusat. 

"Satu hal yang harus disyukuri bahwa masyarakat Bali mau bersama-sama dengan pemerintah dalam menanggulangi masalah Covid-19 ini. Kalau dibandingkan secara umum Bali merupakan provinsi terbaik dalam penanganan Covid-19," ujar Pangdam.

Jenderal lulusan Akmil 1992 ini meminta agar masyarakat tidak merasa jenuh dengan covid-19. "Mudah-mudahan Covid-19 yang jenuh karena kepatuhan kita. Kini kita sudah semakin terbiasa menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Kita sudah terbiasa dan sudah menghindari ketakutan berlebihan," ujar Pangdam yang sebentar lagi menduduki jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini. 

Terkait penyebaran covid-19 di Bali, Pangdam Maruli mengimbau kepada masyarakat apabila ada yang terpapar segera menuju isolasi terpusat. Terlebih saat ini pemerintah sudah mengantisipasi dan menyiapkam isolasi di sejumlah rumah sakit. 

 

"Satu hal yang perlu diketahui masyarakat bahwa varian Omicron tingkat penyebarannya tinggi tetapi risiko kematian jauh lebih rendah," ujarnya. 

Sehingga ia berharap agar masyarakat diminta untuk tidak percaya dengan isu yang tidak jelas asal muasalnya. Harus tetap konsisten menerapkan prokes dimana pun berada, dan tidak usah takut. 

"Hindari ketakutan berlebihan dan jadikan Prokes sebagai kebiasaan hidup. Harus diingat bahwa pengaruh pandemi ini ke seluruh dunia. Jangan merasa kita menderita sendiri. Semua negara merasakannya. Ada negara sampai bangkrut untuk atasi Covid-19," tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami