Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Pasar Murah di Susut Bangli Diserbu Warga
BERITABALI.COM, BANGLI.
Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali menggelar operasi pasar reguler dan pasar khusus yang menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Bangli.
Kali ini kegiatan dipusatkan di Kecamatan Susut, tepatnya di halaman Balai Banjar Sulahan, Desa Sulahan, pada Rabu (30/4/2025).
Ini merupakan kali ketiga pelaksanaan pasar murah di Kabupaten Bangli. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan laju inflasi sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat setempat.
Pasar murah tersebut menghadirkan 13 pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk kebutuhan pokok. Tidak hanya itu, pihak penyelenggara juga bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha seperti Aromaku dan Indomaret, serta kelompok tani Selati yang membawa produk unggulannya berupa beras Selati.
Kegiatan pasar murah ini langsung diserbu warga setempat sejak pagi hari. Berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga terjangkau ludes dalam waktu singkat. Tujuannya tentu untuk menekan angka kenaikan inflasi, serta untuk memulihkan perekonomian masyarakat.
Antusias masyarakat yang tinggi di lokasi menunjukkan bahwa pasar murah ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan harian dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3914 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3081 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2108 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2055 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun