Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pasca Operasi Kondisi Korban Membaik
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Korban aksi kekerasan di Desa Lemukih Kecamatan Sawan Buleleng kondisinya mulai membaik, pasca dilakukan operasi pengambilan dua peluru senapan angin yang bersarang di kepala korban.
Kondisi korban kerusuhan di Desa Lemukih Made Sartawan (20) yang tinggal di Dusun Buah Banjah dan berasal dari Desa Sudaji Kecamatan Sawan, Sabtu (23/10) mulai membaik, meski belum bisa berkomunikasi.
Dari pantauan di RS Kertha Husada Singaraja, korban yang terbaring lemah dengan sejumlah balutan perban merupakan saksi kunci tindak kekerasan yang dilakukan Warga Desa Adat Lemukih.
Memang masih belum bisa bicara, mungkin akibat pukulan pada bagian rahangnya itu, yang jelas semua pelaku dikenalnya, ujar salah satu keluarga.
Sebelumnya, Made Sartawan yang merupakan kelompok Warga Pemegang Sertifikat di Desa Lemukih ditembak dengan senapan angin. Dua peluru bersarang di kepala korban, bahkan korban Sartawan juga mengalami empat luka tusukan senjata tajam pada bagian punggung serta patah rahang akibat pukulan balok.
Dari aksi kekerasan yang diketahui dilakukan Kelompok Warga Desa Adat tersebut, hingga saat ini polisi belum melakukan
penangkapan, namun sejumlah pelaku telah berhasil diidentifikasi. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1138 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1125 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 898 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 820 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 565 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun