Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pasca Penutupan, Antrian Kendaraan di Dermaga II Padangbai Mulai Padat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pasca penutupan Dermaga II Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem sejak Rabu (15/01/2020) lalu sampai dengan Jumat (17/01/2020) sore, situasi antrian kendaraan di kawasan Pelabuhan mulai padat.
Meski cukup padat, namun saat ini situasi di kawasan Pelabuhan bisa dikatakan cukup landai pasalnya pantauan sore ini antrian kendaraan hanya kurang dari satu kilometer saja.
Kondisi ini tak lepas dari hasil koordinasi antar instansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian yang telah melakukan pengaturan dengan cukup baik untuk mengantisipasi kepadatan antrian selama masa rehabilitasi Dermaga dua yang sedianya akan berlangsung sekitar 10 hari tersebut.
"Situasi antrean kendaraan cukup padat sampai keluar pelabuhan, untuk antisipasi tadi siang dilakukan penyekatan dikawasan Yeh Malet," terang Kapolsek Kawasan Padangbai, Kompol. I Wayan Subrata dikonfirmasi Jumat sore (17/01/2020).
Disamping penyekatan antrian, pihak kepolisian juga melakukan sistem buka tutup ketika antrian kendaraan mulai mendekati simpang tiga Padangbai. Selain itu pihak kepolisian juga berkordinasi dengan Satlantas Polres Klungkung untuk turun mengantisipasi kepadatan antrian.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1067 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 410 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun