Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Pasraman di Tegallalang Ajarkan Anak SD di Sebatu Cara Merangkai Klakat dan Tipat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pembinaan non akademik bagi anak-anak Banjar Apuh dan Tegalsuci di SDN 5 Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (16/5).
Kegiatan yang dilaksanakan usai persembahyangan Tilem tersebut menjadi sarana pembelajaran spiritual sekaligus pelestarian budaya dan tradisi Hindu sejak usia dini.
Suasana antusias tampak terlihat saat para siswa mengikuti kegiatan pasraman yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Selain mendapat penguatan nilai keagamaan, para peserta juga diajarkan keterampilan tradisional yang berkaitan erat dengan adat dan budaya Bali.
Dalam kegiatan itu, siswa laki-laki dilatih membuat klakat sebagai sarana penunjang upacara Hindu. Sementara siswa perempuan belajar membuat tipat yang memiliki nilai filosofis dan fungsi penting dalam pelaksanaan yadnya di Bali.
Seluruh proses pembelajaran didampingi langsung oleh para penyuluh agama Hindu.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Kadek Cihna Harta, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda agar tetap dekat dengan akar budaya dan spiritualitas Hindu.
Menurutnya, penguatan tradisi sejak dini harus terus dilakukan di tengah perkembangan zaman modern yang semakin pesat.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami nilai budaya dan agama secara langsung. Mereka belajar membuat sarana upakara sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap tradisi Bali agar tetap lestari di masa depan,” ujar I Kadek Cihna Harta.
Ia menambahkan, pendidikan karakter berbasis budaya dan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan kepedulian terhadap adat istiadat.
"Tetapi juga memiliki etika, spiritualitas, dan kepedulian terhadap adat istiadat di lingkungannya," tutup dia.
Kegiatan pasraman tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan anak-anak terhadap budaya Bali sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi Hindu di Kabupaten Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli