Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasraman di Tegallalang Ajarkan Anak SD di Sebatu Cara Merangkai Klakat dan Tipat

Senin, 18 Mei 2026, 13:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pasraman di Tegallalang Ajarkan Anak SD di Sebatu Cara Merangkai Klakat dan Tipat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pembinaan non akademik bagi anak-anak Banjar Apuh dan Tegalsuci di SDN 5 Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (16/5).

Kegiatan yang dilaksanakan usai persembahyangan Tilem tersebut menjadi sarana pembelajaran spiritual sekaligus pelestarian budaya dan tradisi Hindu sejak usia dini.

Suasana antusias tampak terlihat saat para siswa mengikuti kegiatan pasraman yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Selain mendapat penguatan nilai keagamaan, para peserta juga diajarkan keterampilan tradisional yang berkaitan erat dengan adat dan budaya Bali.

Dalam kegiatan itu, siswa laki-laki dilatih membuat klakat sebagai sarana penunjang upacara Hindu. Sementara siswa perempuan belajar membuat tipat yang memiliki nilai filosofis dan fungsi penting dalam pelaksanaan yadnya di Bali.

Seluruh proses pembelajaran didampingi langsung oleh para penyuluh agama Hindu.

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Kadek Cihna Harta, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda agar tetap dekat dengan akar budaya dan spiritualitas Hindu.

Menurutnya, penguatan tradisi sejak dini harus terus dilakukan di tengah perkembangan zaman modern yang semakin pesat.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami nilai budaya dan agama secara langsung. Mereka belajar membuat sarana upakara sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap tradisi Bali agar tetap lestari di masa depan,” ujar I Kadek Cihna Harta.

Ia menambahkan, pendidikan karakter berbasis budaya dan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan kepedulian terhadap adat istiadat.

"Tetapi juga memiliki etika, spiritualitas, dan kepedulian terhadap adat istiadat di lingkungannya," tutup dia.

Kegiatan pasraman tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan anak-anak terhadap budaya Bali sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi Hindu di Kabupaten Gianyar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami