Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pastika Janji Perjuangkan PKL dan Ojek
Gilimanuk
Minggu, 19 Juli 2009,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, menepati janjinya untuk menemui ratusan PKL dan tukang ojek yang -udiusir- dari lokasi mangkalnya di Pelabuhan Gilimanuk. Mangku Pastika yang menemui PKL dan ojek di Terminal Gilimanuk seusai melakukan persembahyangan di Pura Mandara Giri, Lumajang, Jatim berjanji akan berusaha sekuat tenaga agar aspirasi warga tersebut.
Dari pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, ratusan PKL dan ojek berkumpul di Pos pemeriksaan KTP untuk menagih janji Mangku Pastika ketika dicegat saat akan menyeberang ke Ketapang, Minggu (19/7). Namun berkat informasi yang disampaikan Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta kalau Mangku Pastika bersedia menemui mereka di terminal Gilimanuk, akhirnya massa menunggu di parkir terminal. Sesaat kemudian rombongan Mangku Pastika pun tiba. Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali, IBP Wesnawa dan sejumlah Pemprop Bali turun di pos 2 dan berjalan kaki menuju terminal Gilimanuk.
Setelah bertemu Mangku Pastika, massa menumpahkan uneg-unegnya melalui seorang perwakilannya. Yoni yang ditunjuk sebagai perwakilan menyampaikan sebenarnya mereka sudah sangat sabar meski sudah berkali-kali disakiti oleh kebijakan-kebijakan pemerintah, namun kebijakan ASDP yang melarang mencari nafkah di pelabuhan membuat penghasilan yang digunakan untuk menghidupi keluarga mereka hilang.
-uKami dilarang mencari nafkah di pelabuhan, lalu anak istri kami makan apa?,- ujarnya. Menurut Yoni, sebagian besar warga Gilimanuk menggantungkan hidupnya dari dagang dan jasa seperti ojek lantaran minimnya lahan pertanian atau industri. -uHanya sebagian kecil menjadi pegawai. Kami tidak bisa mencari pekerjaan lain di luar ojek dan dagang lantaran SDM kami yang kurang. Kami melakukan ini demi kelangsungan generasi berikutnya supaya mereka tidak seperti kami,- terangnya.
Yoni meminta Mangku Pastika bersedia membantu menfasilitasi mereka sehingga bisa kembali mencari nafkah seperti sebelumnya di Pelabuhan Gilimanuk. -uBapak Gubernur selaku orang tua kami tolong perjuangkan nasib kami,- pintanya.
Menanggapi uneg-uneg yang disampaikan PKL dan ojek tersebut, Mangku Pastika mengatakan kalau dirinya juga merasakan apa yang dirasakan pedagang dan ojek yang dilarang mencari nafkah di pelabuhan.
-uSaya harapkan Saudara tenang, jangan emosional dan anarkis. Mari kita susun rencana terbaik. Kehadiran pelabuhan memang semestinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,- ujarnya disambut tepuk tangan ojek dan pedagang tersebut.
Mangku Pastika mengaku sudah menugaskan Kadis Perhubungan Propinsi untuk mempelajari apa yang diinginkan oleh ASDP dan apa yang diinginkan masyarakat Gilimanuk dan apa yang dikehendaki pemerintah.
-uSaya berjanji akan berbuat sekuat tenaga, oleh karena itu saya minta saudara tenang dan terus berdoa sehingga ada solusi terbaik yang diberikan kepada suadara-saudara,- katanya. (dey)
Dari pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, ratusan PKL dan ojek berkumpul di Pos pemeriksaan KTP untuk menagih janji Mangku Pastika ketika dicegat saat akan menyeberang ke Ketapang, Minggu (19/7). Namun berkat informasi yang disampaikan Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta kalau Mangku Pastika bersedia menemui mereka di terminal Gilimanuk, akhirnya massa menunggu di parkir terminal. Sesaat kemudian rombongan Mangku Pastika pun tiba. Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali, IBP Wesnawa dan sejumlah Pemprop Bali turun di pos 2 dan berjalan kaki menuju terminal Gilimanuk.
Setelah bertemu Mangku Pastika, massa menumpahkan uneg-unegnya melalui seorang perwakilannya. Yoni yang ditunjuk sebagai perwakilan menyampaikan sebenarnya mereka sudah sangat sabar meski sudah berkali-kali disakiti oleh kebijakan-kebijakan pemerintah, namun kebijakan ASDP yang melarang mencari nafkah di pelabuhan membuat penghasilan yang digunakan untuk menghidupi keluarga mereka hilang.
-uKami dilarang mencari nafkah di pelabuhan, lalu anak istri kami makan apa?,- ujarnya. Menurut Yoni, sebagian besar warga Gilimanuk menggantungkan hidupnya dari dagang dan jasa seperti ojek lantaran minimnya lahan pertanian atau industri. -uHanya sebagian kecil menjadi pegawai. Kami tidak bisa mencari pekerjaan lain di luar ojek dan dagang lantaran SDM kami yang kurang. Kami melakukan ini demi kelangsungan generasi berikutnya supaya mereka tidak seperti kami,- terangnya.
Yoni meminta Mangku Pastika bersedia membantu menfasilitasi mereka sehingga bisa kembali mencari nafkah seperti sebelumnya di Pelabuhan Gilimanuk. -uBapak Gubernur selaku orang tua kami tolong perjuangkan nasib kami,- pintanya.
Menanggapi uneg-uneg yang disampaikan PKL dan ojek tersebut, Mangku Pastika mengatakan kalau dirinya juga merasakan apa yang dirasakan pedagang dan ojek yang dilarang mencari nafkah di pelabuhan.
-uSaya harapkan Saudara tenang, jangan emosional dan anarkis. Mari kita susun rencana terbaik. Kehadiran pelabuhan memang semestinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,- ujarnya disambut tepuk tangan ojek dan pedagang tersebut.
Mangku Pastika mengaku sudah menugaskan Kadis Perhubungan Propinsi untuk mempelajari apa yang diinginkan oleh ASDP dan apa yang diinginkan masyarakat Gilimanuk dan apa yang dikehendaki pemerintah.
-uSaya berjanji akan berbuat sekuat tenaga, oleh karena itu saya minta saudara tenang dan terus berdoa sehingga ada solusi terbaik yang diberikan kepada suadara-saudara,- katanya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026