Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 14 Mei 2026
Pastika Lebih Suka Sebutan Ngaben Bersama Daripada Ngaben Massal
Jumat, 20 Juli 2018,
23:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika lebih menyukai sebutan ngaben bersama untuk menggantikan istilah ngaben massal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan (Massal) di Wantilan Desa Pakraman Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (20/7).
[pilihan-redaksi]
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya pelaksanaan upacara dengan cara menjual warisan, berhutang bahkan membuat anak tidak bisa sekolah justru membuat upacara itu percuma karena menimbulkan penderitaan. Ia mengatakan, suatu upacara bukan ditentukan oleh besar kecilnya banten namun yang lebih penting niat dan keiklasan pelaksanaan upacara tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Bendesa Adat Lepang I Made Merta selaku ketua panitia mengatakan upacara pitra yadnya kinembulan di Desa Pakraman Lepang kali ini diikuti 39 sawa. Setiap sawa hanya dikenakan biaya 5 juta rupiah. Sisanya berasal dari sumbangan sukarela. Tampak hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP Ketut Kariyasa Adnyana. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1246 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 969 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 798 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026