Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pastika Lebih Suka Sebutan Ngaben Bersama Daripada Ngaben Massal
Jumat, 20 Juli 2018,
23:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika lebih menyukai sebutan ngaben bersama untuk menggantikan istilah ngaben massal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Kinembulan (Massal) di Wantilan Desa Pakraman Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (20/7).
[pilihan-redaksi]
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya ngaben secara bersama-sama sudah dilakukan sejak dulu untuk mensiasati biaya ngaben yang relatif besar. “Saya ingat tahun 1963 ngaben bersama dilakukan untuk korban bencana Gunung Agung,” kata Pastika. Ia menambahkan, dulu banyak umat Hindu di Bali yang tidak bisa melaksanakan upacara ngaben kecuali memiliki banyak uang atau warisan tanah.
Menurutnya pelaksanaan upacara dengan cara menjual warisan, berhutang bahkan membuat anak tidak bisa sekolah justru membuat upacara itu percuma karena menimbulkan penderitaan. Ia mengatakan, suatu upacara bukan ditentukan oleh besar kecilnya banten namun yang lebih penting niat dan keiklasan pelaksanaan upacara tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Ia berharap para pemuka agama dapat menjelaskan makna upacara khususnya kepada generasi muda agar sradha dan bhaktinya lebih kuat.Pada kesempatan ini Gubernur Pastika menyampaikan terima kasihnya kepada krama Desa Pakraman Lepang yang sudah melaksanakan upacara ngaben secara bersama-sama.
Bendesa Adat Lepang I Made Merta selaku ketua panitia mengatakan upacara pitra yadnya kinembulan di Desa Pakraman Lepang kali ini diikuti 39 sawa. Setiap sawa hanya dikenakan biaya 5 juta rupiah. Sisanya berasal dari sumbangan sukarela. Tampak hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP Ketut Kariyasa Adnyana. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026