Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pedagang Pasar Tumpah Jualan di Jalan dan Trotoar Disemprit Aparat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aparat gabungan di Sukawati kembali turun untuk menertibkan pedagang pasar tumpah Sukawati di seputaran pasar Seni. Para pedagang pasar tumpah yang mengunakan badan jalan raya dan trotoar untuk berjualan, diberikan teguran.
Kegiatan penertiban ini dilaksanakan sesuai dengan Perda Kabupaten Gianyar No15 tahun 2015, tentang penertiban tempat umum dan ketentraman masyarakat di Desa Sukawati.
Lokasi dan sasaran kegiatan tersebut terdapat 4 lokasi pasar yang disasar di antaranya Pasar Tumpah Banjar Dlod Tangluk, Pasar Tumpah Banjar Babakan, Pasar Tumpah Banjar Gelulung, dan Pasar Tumpah Banjar Mudita dan sekitarnya.
Babinsa Sukawati Koramil 1616-05/Sukawati, Sertu I Gede Darmawan menyatakan sanksi yang diberikan bagi pedagang yang melanggar diawali dengan diberikan teguran secara lisan kepada para pedagang yang berjualan di atas trotoar dan pinggir jalan raya yang membandel.
“Setelah diberikan himbauan dan sosialisasi, maka petugas akan memindahkan barang dagangan yang berada di badan jalan dan di atas trotoar,” jelas dia.
Setelah teguran ini masih dilanggar, selanjutnya petugas gabungan akan memberikan tindakan tegas. Itu sudah sesuai hasil kesepakatan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1072 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun