Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pemilik Hotel di Lovina Dilaporkan Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lantaran menahan passport seorang warga negara Belanda yang menginap di Hotel Bayu Kartika Lovina, sang pemilik hotel Anak Agung Ngurah Mudiptha Jumat (2/11) dilaporkan ke Mapolres Buleleng oleh Roel Jonker.
Laporan sudah kita terima dan masih kita proses, sebab pelapor Roel Jonker warga negera Belanda yang menginap di hotel itu mengaku tidak bisa melakukan aktifitas apapun karena passportnya ditahan,ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief.
Dalam laporannya itu, Roel Jonker seorang mahasiswa di Alkmaar Belanda tidak mengetahui secara jelas alasan penahanan passport yang dilakukan Anak Agung Ngurah Mudiptha sebagai pemilik Hotel Bayu Kartika Lovina.
Kita belum tahu motif penahanan passport milik warga belanda ini oleh sang pemilik hotel. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pelaku sudah dipanggil untuk diperiksa ke Mapolres Buleleng, tegas Pahumas Khaidar Latief.
Disebutkan, peristiwa yang menimpa Roel Jonker seorang mahasiswa di Alkmaar Belanda terjadi Kamis pagi, saat itu, korban akan berjalan-jalan menikmati suasana pagi di Lovina, dan tanpa alasan yang jelas, pemilik hotel Agung Mudiptha meminta passport miliknya dan menahannya hingga kini.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5840 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan