Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Pemkab Badung Rampungkan Restorasi Pura Luhur Giri Kusuma Blahkiuh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung telah merampungkan pembangunan/restorasi Pura Kahyangan Jagat Luhur Giri Kusuma yang berada di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal.
[pilihan-redaksi]
Rampungnya restorasi pura yang masuk dalam salah satu cagar budaya tersebut, Minggu (9/2) dilaksanakan upacara pemelaspas sebagai upaya penyucian bangunan.
Upacara melaspas madya yang dipuput Ida Pedanda Gria Carangsari ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut mendampingi anggota DPRD Badung asal Blahkiuh I Gusti Ngurah Saskhara, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa yang juga selaku Pj. Perbekel Blahkiuh, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Polres Badung, Bendesa Adat Blahkiuh IB Bajra serta tokoh masyarakat setempat.
Pura Luhur Giri Kusuma yang berstatus Pura Kahyangan Jagat ini mendapat bantuan dana Pemkab. Badung untuk restorasi di tahun anggaran 2019, dengan nilai sebesar Rp. 5 miliar.
Seluruh bangunan pelinggih termasuk kori agung, bale kulkul dan tembok penyengker telah selesai diperbaiki, serta penataan kolam yang mengitari pura. Wabup Suiasa merasa senang dapat melihat bangunan Pura Luhur Giri Kusuma yang telah berhasil direstorasi dan dibangun kembali seperti semula.
Dukungan dari pemerintah ini sebagai bentuk komitmen dalam upaya melestarikan seni, adat, agama dan budaya yang telah menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Badung. Diharapkan, masyarakat Blahkiuh khususnya selalu merawat pura ini dengan baik, selalu ingat/eling dan ngrastiti bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Giri Kusuma, terlebih pura ini telah masuk cagar budaya.
Sementara Bendesa Blahkiuh, IB Bajra atas nama krama Desa Adat Blahkiuh menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah membantu pembangunan restorasi Pura Luhur Giri Kusuma. Dengan selesai restorasi, dilanjutkan dengan upacara Melaspas Madya. Dan pada piodalan yang akan datang akan direncanakan melaksanakan karya dengan tingkatan yang lebih besar.
Dijelaskan bahwa keberadaan Pura Luhur Giri Kusuma, berdasarkan Purana Wana Sari. Diceritakan, sekitar abad ke-13 ada sekelompok krama tinggal di selatan Alas Sari (Sangeh). Pekerjaannya berburu. Suatu saat ketika berburu mereka menghadapi suasana mencekam terjadinya hujan dan angin. Dengan ketakutan mereka mohon kehadapan Ida Bhatara dan mendengar sabda alam, agar dibuatkan pelinggih disana.
Mereka menyepakati membuat pelinggih menyerupai candi, namun bingung namanya. Kembali nunas ica dan diberi sabda nama Pura Giri Kusuma sebagai Stana Hyang Toh Langkir, yang melinggih di Gunung Agung. Nama desa pun diberikan dengan nama Desa Singasari.
Lama kelamaan hidup masyarakat Singasari bahagia dan sejahtera namun mereka melupakan pura yang sudah ada. Saat pemerintahan Gusti Pacung pada abad ke-15, terjadi musibah, yang mengakibatkan masyarakat kehidupannya menjadi berat (keweh). Sejak itu Singasari berubah menjadi Blahkiuh.
"Cerita ini memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa kita harus ingat dengan Pura Luhur Giri Kusuma, kalau tidak kehidupan kita akan hancur," tambahnya.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun