Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Pemkot Denpasar dan IDAI Lakukan Pencegahan Berkelanjutan
Optimalisasi Tangani Stunting di Kota Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pencegahan penyakit Stunting (Gangguan Pertumbuhan Akibat Kurang Asupan Gizi) pada anak di Kota Denpasar telah digencarkan melalui berbagai program sinergis. Sebagai langkah optimalisasi program pencegahan stunting ini dilakukan lagi berbagai terobosan.
Hal ini terungkap saat Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. IGN. Sanjaya Putra,Sp.A(K) bersama timnya serta Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes bertatap muka dengan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, SE.MM pada Selasa (5/4) di Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kinerja bagus yang selama ini telah dilakukan seluruh stakeholder bersama Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Denpasar terkait pencegahan dan penaggulangan stunting pada anak.
“Apalagi, dengan optimalisasi program penanganan stunting ini, diharapkan sepenuhnya tidak ada lagi kasus stunting di Kota Denpasar. Selama ini upaya menurunkan dan memutus angka stunting di Kota Denpasar juga telah digencarkan berbagai program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita kurang gizi dan ibu hamil” jelas Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. IGN. Sanjaya Putra,Sp.A(K) menyebut saat ini angka Stunting di Kota Denpasar berada dikisaran angka 9 persen, alias masih termasuk rendah dari angka nasional yakni 14 persen.
“Tentu kami dari IDAI menargetkan untuk dapat menurunkannya lagi. Terlebih lagi, ada penelitian yang menyebutkan bahwa bayi dibawah dua tahun yang sering mengalami gangguan kesehatan, terutama gangguan pencernaan (diare) akibat Rotavirus berpotensi mengalami Stunting karena penyerapan gizi nya terganggu yang berakibat pada gangguan pertumbuhan” ungkapnya.
“Karena inilah penting diitngkatkan program pencegahan berkelanjutan dimulai dari fase pra-nikah hingga fase kelahiran anak yang diawasi Posyandu dan pusat kesehatan lainnya. Kedepannya perlu juga dirancang vaksinasi Rotavirus ini yang mekanismenya dikaji dan disiapkan IDAI bersama Pemkot Denpasar,” ujar Sanjaya Putra.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8324 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5755 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar