Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Penanaman Mangrove di Desa Tuwed Libatkan Perempuan dan Disabilitas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya pemulihan ekosistem pesisir di Desa Tuwed terus diperkuat melalui penanaman mangrove yang melibatkan kelompok perempuan, penyandang disabilitas, pemuda, serta kelompok tani.
Program ini berjalan atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana, The Asia Foundation, dan dukungan FCDO Inggris, dengan fokus pada pemulihan kawasan pesisir yang rentan abrasi dan terdampak perubahan iklim.
Inisiatif ini merupakan gerakan lingkungan inklusif yang digerakkan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bali sejak awal 2025. Bersama BPDAS Bali, HWDI menargetkan penanaman 165.000 bibit mangrove untuk memulihkan sekitar 55 hektare area pesisir. Partisipasi aktif kelompok perempuan dan disabilitas menjadi salah satu kekuatan utama dari program ini.
“Kami merasa disabilitas memiliki ruang yang sama untuk terlibat dalam perlindungan lingkungan di Desa Tuwed,” ujar Ayu Mila, perempuan disabilitas sekaligus staf HWDI Desa Tuwed, Selasa (09/12/2025).
Baca juga:
Bali Genjot Tutupan Mangrove Capai 30 Persen
Ia menyampaikan, kerja bersama pemerintah desa, Kelompok Tani Hutan Lindu Segara, dan karang taruna membuat perempuan dan kelompok disabilitas dapat terlibat langsung dalam rehabilitasi mangrove serta kegiatan desa lainnya.
Penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2025. Momentum ini menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Agus Siswanto dari UPTD KPH Bali Barat menegaskan dukungan terhadap gerakan ini, termasuk pendampingan masyarakat dalam upaya pengakuan Hutan Adat sebagai bagian dari pengelolaan jangka panjang.
Sebagai langkah penguatan komitmen, Pemerintah Desa Tuwed telah menetapkan Peraturan Desa tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan yang Inklusif. Regulasi ini lahir dari kerja bersama HWDI Bali dan para pihak lain, menjadi fondasi bagi pengelolaan lingkungan yang lebih terbuka dan berkelanjutan bagi seluruh warga desa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan