Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pencairan Ongkos Jahit Seragam Gratis di Gianyar Ramai Diserbu Warga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Proses pencairan dana bantuan ongkos jahit seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP di Kabupaten Gianyar berlangsung antusias.
Pantauan di lapangan, para siswa bersama orang tua tampak memadati Bank BPD Bali Kantor Cabang Ubud, Rabu (12/11). Mereka berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 3 Kenderan, SD Negeri 3 Pupuan, SD Negeri 3 Sebatu, SD Negeri 3 Taro, SD Negeri 3 Kedewatan, SD Negeri 3 Lodtunduh, SD Negeri 5 Ubud, dan SD Negeri 3 Mas.
Selanjutnya, Kamis (13/11), pencairan dilanjutkan dari SD Negeri 4 Tegallalang, SD Negeri 5 Sebatu, SD Negeri 5 Taro, SD Negeri 5 Tegallalang, SD Negeri 4 Mas, SD Negeri 4 Peliatan, SD Negeri 6 Mas, SD Negeri 4 Sayan. Termasuk dari sekolah lainnya di hari berbeda. Para orang tua siswa datang membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk melengkapi proses pencairan.
Salah seorang orang tua siswa, Dewa Ayu Suciati, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia bahkan datang sejak pukul 06.00 WITA agar bisa lebih cepat mengurus pencairan. “Bantuan dana itu akan langsung saya gunakan untuk membayar ongkos jahit,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya dalam menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru SD Negeri dan SMP Negeri Tahun Ajaran 2025/2026, dalam bentuk kain seragam dan ongkos jahit.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, sebelumnya mengatakan dana ongkos jahit sebesar Rp 330.000 telah ditransfer langsung ke rekening simpanan pelajar (Simpel) masing-masing siswa secara bertahap.
“Pemkab membantu ongkos jahit pakaian sebesar Rp330.000 untuk meringankan tanggung jawab orang tua dan sebagai bentuk sinergi dengan kemampuan pemerintah daerah,” ucapnya.
Menurutnya, penarikan dilakukan secara bertahap dan terjadwal oleh BPD mengingat jumlah penerima mencapai belasan ribu siswa. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya personal pendidikan dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Wayan Mawa menyebut bantuan dalam bentuk kain dan ongkos jahit ini bertujuan agar seragam siswa bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing, sekaligus menghidupkan kembali usaha penjahit di desa-desa.
“Program ini tidak hanya membantu siswa, tapi juga memberdayakan penjahit lokal agar ekonomi masyarakat tetap berputar di Gianyar,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 975 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 792 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 611 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 567 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik