Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pendaki Hilang Diduga Tergelincir ke Jurang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pencarian 3 pendaki gunung yang hilang hari ini dilanjutkan. 8 tim pencari dari unsur Basarnas, Sar Brimob, kelompok pecinta alam, dan warga setempat, hari ini memfokuskan penyisiran di jurang sisi barat daya Gunung Agung.
Tim pencari yang berangkat ke puncak Gunung Agung memulai pendakian dari 2 jalur utama yakni jalur Desa Pengubengan dan jalur Desa Temukus. Kedua desa ini terletak di lereng Gunung Agung.
Pencarian 3 pendaki hari ini difokuskan di antara puncak 2 dan puncak 3 (tertinggi) Gunung Agung. Penyisiran juga akan dilakukan di jurang sisi barat daya Gunung Agung.
“Dari hasil pengamatan tim pencari di lapangan, ketiga pendaki yang hilang diduga tergelincir ke jurang antara puncak dua dan tiga, di wilayah Desa Kubu. Dugaan ini muncul karena saat mereka mendaki kondisi cuaca di puncak sangat buruk,” jelas Kapten Inf. Bambang Subagyo, pengendali operasi pencarian.
Untuk memperlancar proses pencarian, tim pencari dibantu beberapa pemandu pendaki gunung dari desa setempat, yang sudah hafal medan di puncak gunung. Selain itu, pencarian 3 pendaki yang hilang ini juga akan dibantu helikopter dari Basarnas.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1697 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1559 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun