Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pendidikan AIDS Masuk Kurikulum Sekolah
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komisi Penanggulangan HIV/AIDS merekomendasikan kepada kepala daerah untuk memasukkan pendidikan HIV/AIDS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Rekomendasi ini sebagai tindak lanjut dari target Kongres ke-9 tentang AIDS Se-Asia-Pasifik yang menargetkan upaya penanggulangan HIV/AIDS pada kalangan remaja.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi pada keterangannya di Nusa Dua, Kamis (13/8) mengakui remaja sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS. Sebab 50 persen pengguna jarum suntik di Indonesia rata-rata berumur 15-24 tahun. Begitu juga dengan pekerja seks 40 persen berusia remaja.
Baca juga:
Viral Penghulu Ganteng Bikin Salah Fokus
Menurut Nafsiah, kepala daerah dan sekolah mempunyai peran penting dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kalangan remaja. “Supaya disekolah-sekolah juga sudah memulai , dimasukkan kurikulum sehingga anak-anak kita mulai dari awal,†ujarnya.
Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi menambahkan jika dalam 2 tahun kedepan tidak terdapat upaya penanggulangan maka jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia dapat mencapai 2 juta kasus. Sementara berdasarkan data lembaga dunia bidang AIDS (UNAIDS) jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 270.000 kasus. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 985 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 796 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 615 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 571 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik