Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pengawen di Jembrana Kumat Lagi
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Operasi perabasan besar-besaran yang dilakukan oleh Pemkab Jembrana terhadap tanaman pengawen (alih fungsi hutan) awal tahun ini rupanya belum membuat kapok pengawen. Mereka kembali masuk ke hutan dan menanami lahan hutan dengan berbagai tanaman produksi seperti coklat, pisang, jagung dan tanaman lainnya.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (Perkutut) Jembrana, IGN Sandjaja, Jumat (8/8) mengakui operasi perabasan besar-besaran terhadap tanaman produksi di hutan Jembrana memang belum mampu memberikan efek jera kepada para pengawen.
"Mereka tetap masuk hutan dan merawat kembali sisa tanaman yang dirabas. Namun niat mereka menaman tanaman produksi di lahan hutan itu sudah mulai menurun," ungkapnya.
Sandjaja juga mengungkapkan pengawasan terhadap hutan di Jembrana telah dilakukan oleh seluruh aparat desa, namun karena areal hutan sangat luas dan terbuka serta banyaknya jalan masuk pengawasan yang dilakukan jadi tidak maksimal.
"Mereka tetap merambah hutan beralasan karena tuntutan kebutuhan hidup, kita sulit untuk mencegahnya karena banyak jalan masuk hutan, namun secara kualitatif ada penurunan minat pengawen masuk hutan tetapi secara kuantitatif kita tidak bisa prediksi," terangnya.
Lanjut Sandjaja, sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang tata cara pemanfaatan, perencanaan dan pengelolaan hutan, kelembagaan pengawasan dan pengelolaan hutan sudah berubah. Jika sebelumnya hanya Resort Pemangkuan Hutan (RPH) kini dibentuk Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH) yang nantinya seperti UPT dari Dinas Kehutanan Provinsi.
"Saya yakin dengan adanya perubahan kelembagaan ini, pengawasan dan pengelolaan hutan lebih efektif,
karena secara logika kita akan dibantu sarana dan prasarana dari pusat," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2944 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun