Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Penyegelan Galian C Liar Diwarnai Adu Mulut
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penyegelan galian C di Dusun Pangkung Manggis, Baler Bale Agung, Negara, Jumat (17/10) yang diusahakan oleh CV. Aditya Pradnya milik I Wayan Lahena diwarnai adu mulut antara Asisten Ketataprajaan Pemkab Jembrana, A.A. Gede Putrayasa dengan pemiliknya. Lahena tidak terima usahanya disegel lantaran dirinya masih mengusahakan galian C tersebut berdasarkan permintaan masyarakat untuk meratakan jalan desa.
Adu mulut tersebut berawal ketika Putrayasa menegaskan usaha yang dilakukan Lahena sejak 1997 terpaksa harus disegel sementara lantaran ijinnya sudah kadaluarsa 2 tahun lebih.
Baca juga:
Heboh Aksi Nekat Petani Sawit RI
"Pembinaan sudah seringkali kami layangkan kepada Saudara tapi Saudara tidak pernah hadir. Peringatan juga sudah kami berikan tapi Saudara masih tetap membandel. Hari ini penambangan Saudara kita hentikan namun reklamasi harus tetap jalan karena kewajiban. Jangan terus berhenti, kemudian lari," tegas Putrayasa.
Mendengar perkataan Putrayasa, Lahena mencoba membela diri dengan beralasan penambangan pasir yang masih dilakukannya semata-mata karena adanya permintaan masyarakat untuk menyambung jalan yang putus akibat penggalian tersebut. "Saya masih beroperasi karena ada permintaan masyarakat untuk menyambung jalan desa yang terputus," kelitnya sambil menunjukkan surat dari penduduk Dusun Pangkung Manggis.
Putrayasa kembali menegaskan pihaknya tidak akan menempuh jalan dialog lagi karena jalan tersebut sudah diupayakan pihaknya berkali-kali sejak tahun 2007 namun tidak mendapatkan respon dari Lahena.
"Dialog tidak perlu karena dialog sudah kita lalukan sejak setahun lalu. Pembinaan pun sudah kita lakukan secara manusiawi mulai dari pembinaan face to face sampai melayangkan surat tegoran. Ini sudah keputusan, prinsipnya usaha ini tidak punya ijin, tutup saja. Usaha ini liar," ujarnya.
Baca juga:
Heboh Aksi Nekat Petani Sawit RI
Merespon ucapan Putrayasa, Lahena emosi seraya mengatakan " Aktivitas saya dihentikan, saya tidak apa-apa. Tolong hargai saya, mengapa saya lakukan ini karena ada permintaan dari masyarakat. Ini suratnya," ujarnya dengan nada tinggi sambil kembali menyodorkan surat permintaan dari masyarakat tersebut.
Namun Putrayasa tetap pada pendiriannya untuk menghentikan segala aktivitas di lokasi galian C tersebut. "Aktivitas penggalian harus tetap dihentikan, tapi reklamasi tetap dilakukan sesuai dengan permintaan warga," tegasnya dengan nada tinggi pula.
Akhirnya emosi Lahena memuncak lalu mengatakan dirinya tahu ijinnya sudah habis dan hari inipun dia siap angkat kaki. "Saya sudah tahu ijin saya sudah habis. Hari inipun saya bisa angkat kaki," ujarnya sengit seraya berlalu meninggalkan tim. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan