Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Perdana, Petani Tembakau Dapat Jaminan Sosial dari Hasil Cukai
BERITABALI.COM, NTB.
Lombok Timur (Lotim) merupakan penghasil tembakau terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada sekitar 16 ribu lebih petani/buruh tani tembakau di Lotim.
Dan pertama di Indonesia, alokasi dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun ini memberikan perlindungan kepada petani dan buruh tani tembakau.
Kadisnakertrans NTB, l Gede Putu Aryadi, S Sos MH menyampaikan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB mendapatkan alokasi dana DBHCHT sebesar 7,5 miliar.
"Pertama di Indonesia alokasi dana DBHCHT tahun ini memberikan perlindungan kepada petani dan buruh tani tembakau yang katagori kurang mampu dan diapresiasi disambut baik oleh pemerintah pusat atas kebijakan pak Gubernur," ujar Putu Gede Aryadi, saat Launching Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 10.000 Petani/Buruh Tani Tembakau di Aula SMKN 1 Sakra Desa Suwangi Timur, Lombok Timur, (3/10).
"Saat ini kita bisa berikan jaminan perlindungan kepada 10.000 petani. Sehingga kita harapkan ke depan ada komitmen dan kebijakan Bupati Lombok Timur untuk menambah sisanya sebagai penerima manfaat," jelas Putu Gede Aryadi.
Launching Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 10.000 Petani/Buruh Tani Tembakau diberikan secara simbolis melalui dana DBHCHT Provinsi NTB oleh Gubernur Zulkieflimansyah.
Dalam sambutan Gubernur NTB, Dr. H. Zul mengatakan, program jaminan sosial yang dihadirkan BPJS Ketenagakerjaan bukan karena ingin meninggal berpulang ke Rahmatullah, tetapi setidaknya generasi yang diwarisi ada sesuatu minimal bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kadang-kadang praktik beragama orang Islam ini, lebih kelihatan di negara non muslim barat-barat ketimbang yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat Islam," ungkapnya.
Diceritakan Bang Zul, sapaan akrab Gubernur yang pernah tinggal di Inggris 5 tahun, pernah tinggal di Belanda, Jepang. Luar biasa diakuinya ketika masih menjadi mahasiswa beli mobil saja bisa dapat dengan harga relatif murah. Dibandingkan di negara Indonesia membeli mobil dengan harga cukup tinggi tetapi biaya asuransinya mahal 10 sampai 15 kali lipat harga mobil.
"Luar biasa, karena pemerintah mereka betul-betul memperhatikan dan melindungi masyarakatnya. Mereka memiliki proses yang panjang puluhan tahun hingga sampai saat ini, kita ini baru mulai," pungkasnya.
Diharapkan jangan lagi bermimpi menjadi PNS, karena petani tembakau sekarang sudah diberi dan dilindungi oleh asuransi BPJS.
"Selamat kepada teman-teman BPJS, mudah-mudahan dimasa yang akan datang bisa mengcover lebih banyak lagi mendapatkan perlindungan jaminan sosial bagi anak-anak petani, nelayan dan lain sebagainya," tutup Zul.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4685 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2326 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan