Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Perkembangan Corona di Buleleng: Positif Tetap 1 Orang, PDP Tambah 1 Jadi 78 Orang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perkembangan penanganan terkini Covid-19 di Buleleng per hari ini pukul 14.00 WITA menunjukkan bahwa pasien positif masih tetap satu orang. Tiga orang pasien positif sudah sembuh dan sudah dipulangkan.
[pilihan-redaksi]
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat memberikan keterangan pers melalui teleconference dari ruang kerjanya, Selasa (7/4) mengatakan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah satu orang karena satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) berubah status menjadi PDP. ODP berjumlah 78 orang dimana terjadi pengurangan satu orang yang berubah status menjadi PDP.
Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini secara kumulatif tetap berjumlah 160 orang. Pemantauan juga terus dilakukan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan wilayah transmisi lokal (tanpa gejala). Jumlah kumulatifnya sebesar 1.350 orang. Sebanyak 486 orang diantaranya telah berakhir masa pantau 14 hari.
Sisa yang masih dipantau sejumlah 864 orang yang terdiri dari pekerja kapal pesiar 338 orang, TKI lainnya 37 orang, WNA tujuh orang, pulang dari luar negeri dan lain-lain lima orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia 477 orang.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4307 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 778 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun