Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Perkutut Ancam Razia Pengusaha Kayu
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Masalah illegal logging di Jembrana rupanya telah membuat pusing Pemkab Jembrana, padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Setelah meminta tambahan personil polisi hutan (polhut) untuk mengawasi hutan seluas 41 ribu hektar, Pemkab Jembrana merencanakan akan melakukan razia kepada para pengusaha kayu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) Jembrana, I GN Sandjaja, ketika dihubungi Jumat (26/12).
Menurut Sandjaja razia tersebut akan menyasar pengusaha kayu dan mebeler yang tersebar di Jembrana. Hal ini dilakukan lantaran adanya dugaan kalau pengusaha kayu dan mebeler tersebut menjadi penadah hasil illegal logging oleh para pelaku.
Selain itu, diduga juga para pengusaha kayu dan mebeler melindungi para pelaku illegal logging. "Mengacu pengalaman sebelumnya, sweeping (razia) ini cukup ampuh untuk mengamankan kayu hasil curian," terang Sandjaja.
Kata Sandjaja, beberapa bulan sebelumnya pihaknya seringkali melakukan razia dan hasilnya cukup menggembirakan lantaran banyak batang kayu yang diduga hasil curian atau tanpa dilengkapi dokumen dapat diamankan.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3045 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2078 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun