Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pesawat Cina Airline Terguncang di Udara, 7 Luka-luka
Tuban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pesawat China Airline jenis Boeing 747-400 dalam penerbangan dari Taipei ke Denpasar dihempas angin (turbulensi) di udara sesaat sebelum mendarat di landasan bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Sabtu (20/9). Akibatnya 7 penumpang mengalami luka-luka, dua di antaranya menderita luka serius dan sudah dirujuk ke RS Sanglah.
Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Dimiati saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Meski demikian, pesawat berbadan lebar tersebut tetap bisa mendarat dengan mulus tanpa ada kerusakan sedikit pun pada pesawat.
Penumpang yang luka-luka tersebut diduga tidak menggunakan sabuk pengaman atau mungkin sedang ke kamar kecil ketika pesawat masih di udara, sehingga terpelanting atau terjatuh dari tempat duduknya di dalam pesawat.
“Jumlah penumpang yang luka-luka 7 orang,†ujar Dimiati. Soal posisi pesawat di udara saat terkena hempasan angin, Dimiati mengaku tak tahu persis, karena pilot belum melaporkan ke petugas pengatur lalu lintas udara.
Pesawat dengan nomor penerbangan CAL 687 itu mendarat di bandara Ngurah Rai pukul 14.05 wita, dengan mengangkut 338 penumpang termasuk dua orang bayi. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3038 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2073 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun