Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Peternak Ayam Petelur di Karangasem Gigit Jari di Awal Tahun
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Peternak ayam petelur di Karangasem sempat tersenyum lega ketika menyambut tahun 2022, dimana saat itu harga telur relatif stabil dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
Namun memasuki akhir bulan Januari di tahun 2022 ini, para peternak ayam petelur di Karangasem nampaknya kembali dihadapkan situasi yang sulit, pasalnya sejak beberapa hari lalu harga telur kembali merosot dari sebelumnya Rp.48.000 untuk satu trai telur kualitas super kini turun menjadi Rp.27.000 per trainya.
Merosotnya harga telur ayam diakui oleh salah seorang peternak ayam petelor asal Desa Pesedahan, Manggis, Karangasem, I Nyoman Sumadi. Dengan kondisi tersebut menurut Sumadi tentunya peternak akan merugi karena tidak stabil dengan biaya yang dikeluarkan untuk pakan dan perawatan ayam petelor.
"Saya saat ini masih pelihara sekitar 20 ribu ekor ayam petelur, sehari menghasilkan telur sekitar 15 ribu butir jika dirupiahkan dengan akumulasi harga telor Rp.900 per telor, maka mendapat penghasilan Rp.13.500.000 sedangkan untuk pakan per harinya sekitar 2,5 ton jika dihitung sekitar Rp.15.800.000 sehingga setiap hari kita merugi sekitar Rp.3.300.000, itu belum termasuk obat, vaksin, air, listrik dan tenaga kerjanya," ujar Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Karangasem tersebut, Kamis (27/01/2022).
Selaku anggota DPRD dan sebagai salah satu peternak ayam petelur di Karangasem, Sumadi berharap pemerintah hadir untuk mengawasi harga telur di pasaran serta menjaga kestabilan harga pakannya juga.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4239 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1446 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 767 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun