Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
PKI Dikenal Militan dan Membuat Lawan Takut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebelum G30S terjadi, PKI sangat militan dengan berbagai show of force yang membuat lawan politiknya bergidik. Berbagai lagu diciptakan untuk mengejek dan membangkitkan semangat.
Parade, pawai, dan provokasi yang berbau pembantaian disebar ke masyarakat. Mereka bersumpah jika PKI menang maka lawan politik mereka akan dibantai habis-habisan sampai ke anak cucu.
Kader-Kader PKI di Bali memang dikenal sangat militan. Bagi PKI, orang lain terutama dari kalangan pemeluk agama Hindu yang taat dan identik dengan PNI, adalah pihak yang kolot, ketinggalan zaman. Orang PKI selalu mengklaim dirinya sebagai simbol keintelektualan.
Dalam berbagai diskusi maupun debat publik, orang PKI selalu mengklaim mampu membuat tidak berkutik pihak lain. Sebaliknya pihak lain terutama dari kalangan PNI, sedapat mungkin menghindari berpapasan dengan anggota PKI.
Karena itulah, mobilisasi yang dilakukan dalam mempertahankan agama sangat mungkin terintegrasi dengan desakan memurnikan Pulau Bali dalam penertian ritual.
Propaganda PKI bukan gertak sambal, karena pada pemberontakan PKI di Madiun pembantaian lawan politik oleh PKI benar benar dilakukan dengan keji. Jadi kengerian yang memiliki landasan trauma jika PKKI menang maka habislah kita semua.
Semua aksi-aksi itu menambah ketegangan politik yang menang sudah ada sejak lama. Kengerian yang begitu besar terhadap propaganda PKI ditambah dengan konflik sebelumnya membuat pembantaian ini menjadi sangat sadis dibanding pembantaian di Jawa atau di tempat lain.
Antipati muncul antara penganut Agama Hindu yang taat dan para anggota PKI. Orang PKI dalam banyak hal selalu menunjukkan sikap tidak hormat terhadap praktek keagamaan yang sudah mapan di kalangan pemeluk Agama Hindu.
Pihak PKI di Propinsi Bali selalu menganggap diri paling pintar, paling hebat, paling benar, karena selalu mendapat pendidikan secara periodik dari instruktur yang didatangkan secara khusus dari Uni Soviet maupun Republik Rakyat China (RRC).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8291 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5733 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3580 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar