Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pohon Tumbang Patahkan Tiang Listrik dan Rusak Pelinggih
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Parabola dan satu unit bangunan pelinggih di rumah salah satu warga komplek Perumahan BTN Wahyu Subagan, Lingkungan Galiran, Karangasem rusak berat setelah terkena bagian tiang listrik yang patah akibat terkena robohan pohon.
[pilihan-redaksi]
Informasi yang diperoleh, sebelum pohon jenis santen ini tumbang dan membuat tiang listrik patah. Awalnya, Selasa (21/01/2020) siang sekitar pukul 13.00 WITA, salah seorang warga mengungkapkan, di wilayah tersebut sempat terjadi peningkatan kecepatan angin.
Sehingga diduga angin kencang tersebut sebagai penyebab tumbangnya pohon setinggi 20 meteran tersebut. Beruntung, di dalam rumah sedang dalam kosong sehingga tidak sampai menimbulkan korban.
Sementara itu, beberapa saat setelah kejadian, BPBD datang ke lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, penanganan cukup mengalami kendala karena disana juga terdapat kabel listrik tegangan tinggi yang ikut roboh akibat tiang yang patah.
Penanganan baru bisa dilakukan setelah petugas PLN datang untuk memadamkan aliran listrik yang masih mengalir pada kabel-kabel tersebut.
"Tim sudah melakukan penanganan, sementara tiang listrik yang patah ditangani oleh PLN," terang Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1067 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 410 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun