Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Polda Tangkap Luh Mas, Polres Buleleng Kecolongan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tertangkapnya tersangka Luh Mas, bandar besar judi togel di Singaraja, sudah barang tentu menampar muka jajaran Reskrim Polres Buleleng. Betapa tidak, tersangka residivis dalam kasus yang sama ini ditangkap di jajaran Dit Reskrim Polda Bali diwilayah "kekuasaan" Kapolres Buleleng AKBP Moch Yudhi Hartanto. Ada beking atau kecolongan ?
[pilihan-redaksi]
Belum diketahui jelas, apakah memang benar jajaran Polres Buleleng tidak mengetahui adanya judi togel jenis TSSM yang digerakkan tersangka Luh Mas. Ataukah ada oknum polisi yang membekingi tersangka Luh Mas dan takut untuk menangkapnya, sehingga jajaran petinggi Polda Bali turun tangan ke Singaraja?
Padahal belum lama ini Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko telah mengeluarkan ultimatum akan memecat anggotanya, jika terbukti membekingi segala bentuk perjudian. Bahkan, secara terang" terangan Kapolda membidik Kapolres, Kasatreskrim dan Kapolsek agar tidak "main mata" dengan perjudian.
"Saya akan memecat anggota yang terlibat judi, siapa pun dia, Kasatwil, Kasatreskrim Kapolsek, kalau terbukti saya akan pecat," beber Kapolda tegas belum lama ini.
Penangkapan tersangka Luh Mas bersama empat anak buahnya, pada Kamis (24/03) oleh jajaran Dit Intelkam Polda Bali yang tergabung dalam satgas lidik operasi Balak Agung 2011, patut dipertanyakan. Padahal Luh Mas sendiri, baru keluar dari LP Singaraja, setelah menjalani vonis 3 Bulan penjara, dalam kasus yang sama.
Info masyarakat menyebutkan, pasca penangkapan tersangka Luh Mas tahun lalu, tidak menimbulkan gesekan di kalangan pengepul dan pengecer togel. Malah peredaran togel di Buleleng semakin menjadi jadi. Tapi tidak ada yang tahu, di dalam penjara Luh Mas mengendalikan operasional togel di penjara dan meraup keuntungan per harinya 100-300 juta.
Perihal itu diketahui dalam buku catatan keuangan togel tersangka, dimana operasional togel sudah berjalan dari bulan Oktober 2010 hingga kini.
"Jajaran Polda Bali melakukan penggerebekan berdasarkan informasi dari masyarakat," jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, pada Kamis (24/03).
Patut diakui, nama tersangka Luh Mas sudah meluas di wilayah Singaraja atau tepatnya di wilayah Bali Utara. Ia pun dikenal dengan sebutan "Ratu Togel".
Bisnis ilegalnya itu sudah dilakukannya sejak tahun 2010 dengan meraup keuntungan ratusan juta dari masyarakat kecil. Tersangka Luh Mas bekerjasama dengan empat karyawannya, yakni Komang Suryasa (kurir), Komang Regen (pembantu umum), Nyoman Sumarna (pengecer) dan Kadek Agung Pariani (penghantar buku syair mimpi).
Sementara itu, Kombes Sugianyar enggan berkomentar menyangkut mengapa Polda Bali turun tangan menangkap tersangka Luh Mas dan mengapa tidak dilakukan langsung oleh jajaran Polres Buleleng.
"Tanya langsung Kapolda mengenai hal itu. Yang jelas Kapolda tetap berkomitmen akan memberantas segala bentuk perjudian di Bali dan akan menindak tegas apabila ada oknum polisi yang terlibat," tegasnya, pada Kamis (24/03).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan