Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Polisi Bantah Adanya Penembakan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Polisi membantah aksi perampokan di Kantor Unit Pegadaian yang terletak di lantai dasar Hardys Singaraja Square di Jalan Ngurah Rai Singaraja, diwarnai aksi penembakan.
Peristiwa yang mengakibatkan Mirza Resti Nirmala (24) warga Karanganyar Jawa Tengah dan beralamat kost di Jalan Anggrek Singaraja mengalami luka serius, bukan disebabkan akibat penembakan, namun adanya pukulan benda tumpul.
Korban tidak mengalami luka tembak pada bagian kepala, hanya saja untuk sementara disebabkan adanya luka akibat benda tumpul pada bagian kepala, kalau luka tembak seharusnya ditemukan proyektil peluru, namun dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda penembakan, ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Moch Yudi Hartanto, selasa (10/8).
Adanya luka tembus dari kiri ke kanan belum dipastikan akibat luka tembak. Namun polisi masih berupaya melakukan penyelidikan. Darah yang keluar itu lebih banyak diakibatkan luka korban pada bagian kepala. Adanya luka tembus tersebut belum kita pastikan akibat penembakan, ujar Kapolres Yudi Hartanto.
Untuk mengungkap aksi perampokan yang diduga disertai dengan aksi kekerasan ini, polisi masih melakukan penyelidikan secara intensif. Tujuh orang saksi telah diperiksa terkait aksi perampokan di siang bolong tersebut.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1100 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 663 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun