Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Polisi Ungkap Penyebab Agus Sujatno Lolos dan Meledakkan Diri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengungkap penyebab Agus Sujatno lolos dari penjagaan hingga berhasil meledakkan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12) pagi.
Ibrahim mengakui jumlah personel di Polsek kala itu sedang berkurang karena sebagian personel sedang diperbantukan ke Polrestabes Kota Bandung untuk mengawal unjuk rasa. Dia menyebut gerbang Polsek kala itu juga tanpa pengawalan.
Menurut Ibrahim, kesempatan itulah yang digunakan Agus untuk menerobos dan masuk ke halaman Polsek. Ia sempat mengacungkan golok dan menyerang petugas yang sedang melaksanakan apel, hingga tak lama kemudian meledakkan diri.
"Dan memang saat itu provos tidak menjaga pintu. Dan kebetulan pintunya sedikit terbuka. Itulah kesempatan yang digunakan untuk pelaku untuk masuk dan langsung mengayunkan goloknya dan menyerang petugas yang sedang melaksanakan apel," kata Ibrahim di TKP, Rabu (7/12) malam.
Insiden penyerangan dan peledakan diri oleh Agus di halaman Polsek Astana Anyar itu terjadi sekitar pukul 8.20 WIB. Ledakan menewaskan seorang anggota Polsek bernama Aiptu Sofyan, serta melukai sembilan personel dan seorang warga sipil lain yang sedang tak jauh dari lokasi.
Mereka kini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit setempat. Sedangkan Aiptu Sofyan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukahaji, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung pada Rabu sore.
Selain menyebabkan korban tewas dan luka-luka, bom juga merusak beberapa bagian bangunan Polsek, seperti kaca, jendela, pintu, hingga listrik. Polri sendiri telah menerjunkan Tim Inafis untuk melakukan olah TKP.
Berdasarkan pantauan, olah TKP dilakukan hingga menjelang petang. Ibrahim memastikan olah TKP saat ini sudah rampung dan selanjutnya akan dilakukan pendalaman saintifik oleh Tim Inafis di laboratorium. Ibrahim enggan mengungkap proses pendalaman.
Menurutnya, hal itu akan langsung disampaikan oleh Mabes Polri.
"Untuk olah TKP pada prinsipnya udah selesai. Tinggal sekarang penanganan melalui Inafis. Karena memang membutuhkan pemeriksaan melalui saintifik, pemeriksaan laboratorium," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4548 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2356 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2009 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1614 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1055 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun