Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Pulang Dari Bali Turis Australia Wajib Buang Sepatu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Turis Australia diwajibkan membuang sepatu sehabis berlibur dari Bali, Indonesia. Apa alasannya?
Bali memang jadi destinasi liburan favorit bagi warga Australia. Tapi, sekarang siapa pun yang kembali dari Bali diminta untuk membuang sepatu sebelum memasuki negara itu.
Dilansir dari Australia News, kebijakan baru ini diterapkan karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi di Indonesia. Ini menjadi serangkaian langkah keamanan baru di Australia.
"Kita tahu bahwa PMK belum pernah sedekat ini dengan negara kita sebelumnya. Kini PMK ada di depan pintu kami lagi," ujar Deputi Perdana Menteri New South Wales Paul Toole.
Apa kaitannya dengan sepatu?
Penyakit PMK pada sapi atau hewan ternak lain dapat menyebar melalui pupuk kandang. Artinya, ada risiko yang disebarkan lewat sepatu turis yang terkontaminasi di Bali.
Wabah PMK pernah terjadi di Australia, tapi sudah sangat lama hilang. Kalau kali ini Australia kena, makan wabah PMK ini adalah yang pertama dalam 130 tahun.
Jika ini terjadi maka pemerintah Australia harus melakukan pemusnahan massal hewan ternak. Aksi ini akan menelan biaya hingga USD 80 miliar dan menyedot APBN dalam satu tahun.
Oleh karena itu, Toole mendesak pelancong untuk mendukung langkah aman itu daripada menyesal nantinya. Ia bahkan memohon pada warga yang kembali dari Bali untuk meninggalkan sepatunya. (Sumber: travel.detik.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1844 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun