Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Kerbau Mati di Dekat Sirkuit Bukan Karena Diracun

Rabu, 29 September 2021, 22:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Puluhan Kerbau Mati di Dekat Sirkuit Bukan Karena Diracun.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Penyebab matinya kerbau-kerbau secara mendadak di dekat sirkuit Mandalika, Kuta Lombok Tengah beberapa waktu lalu, dipastikan bukan karena diracun. 

Dugaan diracun, terjadi pasca seekor kerbau tertangkap kamera sedang "mengaspal" di lintasan sirkuit. Sebanyak 74 ekor kerbau milik warga tersebut terdata, mati karena diserang penyakit Septicaemia Epizootica atau SE. Hasil penelitian laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar mengungkapkan virus, jamur dan bakteri menyerang puluhan kerbau tersebut dan terjadi karena perubahan iklim.

"Hasil investigasi di lapangan, kematian kerbau milik warga tidak ada kaitannya dengan pembangunan sirkuit. Matinya karena diserang penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Lalu Iskandar, Rabu (29/9).

Dijelaskan, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB maupun BBVet Denpasar, penyakit yang menyerang puluhan kerbau tersebut hanya menular kepada hewan lainnya, tidak menular kepada manusia.

"Kematiannya karena bakteri, tidak karena diracun seperti rumor yang beredar," tegas Kadis Lalu Iskandar.

Ada 74 ekor kerbau milik warga dekat lingkar sirkuit Mandalika yang mati dipotong paksa atau dagingnya bisa dijual, dan 6 ekor kerbau mati mendadak. 

Namun kasus kematian kerbau ini tidak hanya di lingkar sirkuit Mandalika. Ternak kerbau milik warga di Desa Tumpak, Prabu, Ketara dan Sengkol juga mengalami hal serupa.

"Dinas Peternakan akan melakukan vaksinasi sekitar 100 dosis dalam waktu dekat ini di Pujut dan Praya Barat," ujar Lalu Iskandar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami