Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Puluhan Warung Makan di Badung Ditutup Paksa Petugas
BERITABALI.COM, BADUNG.
Puluhan warung makan di wilayah hukum Polres Badung banyak ditemukan pelanggaran selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.
Sehingga tim gabungan kepolisian bersandi Operasi Aman Nusa Agung Tahap II melakukan penutupan paksa.
Kabag Ops Polres Badung Kompol I Putu Ngurah Riasa menerangkan selama pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19, tim gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait lainnya banyak menemukan pelanggaran jam tutup operasional warung makan.
"Para pedagang warung makan masih banyak dijumpai buka lewat dari pukul 20.00 WITA. Ini tidak sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali dan Surat Edaran Bupati Badung," ungkapnya saat dihubungi wartawan, Senin 5 Juli 2021.
Meski demikian, kata Kompol Riasa, para pedagang warung makan ini tidak langsung dipidana. Mereka hanya diberikan pemahaman agar bersama-sama mengatasi pandemi Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah.
Ditegaskannya, terdapat puluhan warung makan ditutup paksa oleh tim gabungan. Penutupan paksa ini tidak berarti melarang dibuka secara permanen karena boleh dibuka kembali asalkan mengikuti aturan yakni buka hanya sampai pukul 20.00 WITA. Apabila terus-terusan melanggar maka akan diberi pembinaan oleh Satpol PP.
"Kami tidak langsung mengambil langkah pidana. Di awal ini kami di lapangan memang sangat sulit. Tetapi kami berusaha untuk melakukan sosialisasi. Tidak langsung terapkan pidana. Masih banyak masyarakat yang belum paham soal PPKM Darurat ini. Kami kedepankan pembinaan dan sosialisasi," ungkap Kompol Riasa.
Namun kata Kompol Riasa, bila pelanggarannya memenuhi unsur pidana maka harus dipidana. Ia berharap tidak ada masyarakat yang dipidana dan tim gabungan di lapangan akan mengedepankan tindakan persuasif. Pasalnya, para pedagang banyak mengaku belum mengetahui adanya PPKM Darurat.
"Saya paham ini masalah perut. Tetapi apa yang kita lakukan ini adalah untuk kepentingan banyak orang. Mungkin dengan upaya ini Covid-19 bisa diatasi dan kita kembali hidup normal," pungkasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli