Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Rambut Gimbal, Petaka Atau Keberuntungan ?
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain terkenal dengan kentang dan kompleks percandiannya, Dieng juga terkenal dengan anak-anak dengan rambut gimbal. Hanya saja, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rambut gimbal tersebut dapat membawa keberuntungan atau justru sebaliknya dapat membawa petaka.
Cukup mudah menemukan anak-anak yang berambut gimbal ini. Konon, mereka dilahirkan sebagai anak-anak dalam kondisi yang normal. Namun, tiba-tiba rambut mereka berubah jadi gimbal saat mereka sembuh dari panas tinggi yang menyerang mereka.
Kepercayaan penduduk setempat, anak-anak yang berambut gimbal konon bisa membawa keberuntungan atau juga bisa membawa petaka.
Orang tua anak-anak berambut gimbal tidak mau ambil resiko. Ketika mereka ingin rambut gimbalnya dipotong, para orang tua wajib memenuhi semua permintaan anak mereka sebelum rambutnya dipotong.
Dalam memotong rambut gimbal itu tidaklah boleh sembarangan. Orang tua anak-anak berambut gimbal itu wajib membuat syukuran untuk memotong rabut gimbal anak-anak mereka. Lalu potongan rambut gimbal tersebut dibuang ke aliran sungai Serayu.
Dari informasi yang dihimpun, penyebab gimbalnya rambut anak-anak di Dieng ni tidak terlepas dari unsur keturunan. Ada juga yang menyebutkan kalau rambut gimbal itu bisa berfungsi praktis untuk melindungi kulit kepala dari dingin yang menyusup tulang.
Laporan Kontributor Jembrana dalam "Pers Tour Jembrana Go To Dieng Yogyakarta"
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1342 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1029 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 870 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 774 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik