Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ratusan Pemedek Datang Ditolak, Pengurus Pura Tangkas Kori Agung Beri Penjelasan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pengurus Pusat Partisentana Pangeran Tangkas Kori Agung memberikan klarifikasi terkait polemik pelaksanaan rapat, persembahyangan hingga proyek penataan Pura Kawitan Pangeran Tangkas Kori Agung di Klungkung yang saat ini tengah berlangsung.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan sejumlah kesalahpahaman yang berkembang di internal pesemetonan, termasuk mengenai rencana pemugaran dan penataan pura.
Wakil Sekretaris Partisentana Pangeran Tangkas Kori Agung, Ketut Sudarsana, mengatakan Pengurus Pusat di bawah kepemimpinan Ketua Umum I Made Mahayastra bersama jajaran pengempon telah menyepakati proses pemugaran pura.
Penataan tersebut, kata dia, berfokus pada pengangkatan posisi pura ke area hulu yang lebih tinggi. Proses itu tidak disertai perubahan tatanan maupun pembongkaran pelinggih yang telah ada.
"Jadi bukan membangun pura baru atau mengubah tatanan yang ada. Pelinggih-pelinggih tetap seperti sekarang, hanya ditata dengan diangkat ke hulu yang lebih tinggi. Ini sudah disepakati bersama Ketua Umum dan pengempon," kata Ketut Sudarsana yang kini menjabat Ketua DPRD Gianyar itu.
Ketut Sudarsana menjelaskan sejumlah poin yang dinilai penting untuk meluruskan kesalahpahaman di lingkungan pesemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung.
Pertama, setiap kegiatan yang berlangsung di kawasan pura wajib dikoordinasikan dengan pengempon. Pengempon merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan keberlangsungan pura.
Kedua, Pengurus dan pengempon sepakat tidak memberikan izin terhadap agenda yang mengatasnamakan pesamuan agung apabila tidak melalui prosedur resmi. Terlebih, kondisi pura saat ini masih dalam tahap konstruksi sehingga aspek keselamatan kerja menjadi salah satu pertimbangan.
Ketiga, Ketut Sudarsana membantah tudingan bahwa Ketua Umum tidak responsif terhadap pembahasan rencana pembangunan. Menurutnya, pembahasan terkait rencana pembangunan telah dilakukan dalam beberapa kali rapat, termasuk di Kori Maharani.
Dalam rapat tersebut, kata dia, tidak terdapat keberatan yang disampaikan peserta pada saat pembahasan berlangsung.
Mengenai kedatangan pemedek dalam jumlah besar untuk melakukan persembahyangan di luar jadwal piodalan, pihak Pengurus mengimbau agar kegiatan tersebut tetap dikoordinasikan terlebih dahulu.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban kawasan pura yang merupakan kawasan sacred, terlebih proses pembangunan masih berlangsung.
Pengurus juga menyoroti adanya upaya pihak tertentu yang bersurat kepada Bupati Badung untuk menahan pencairan hibah pembangunan pura. Hal tersebut menjadi salah satu poin yang dipertanyakan oleh Pengurus Pusat.
Di tengah adanya perbedaan pandangan, Ketut Sudarsana mengimbau seluruh pesemetonan agar mengutamakan dialog internal. Perbedaan mengenai kawitan maupun pembangunan pura diharapkan dapat diselesaikan secara arif tanpa menimbulkan perpecahan.
"Prinsipnya pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Jika ada perbedaan pendapat, mari dibicarakan dengan baik. Jangan sampai hal ini memecah pesemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan