Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ratusan Warga Bungkulan Masih Mengungsi
Bungkulan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan rumah di Desa Bungkulan Buleleng Bali hancur diterjang gelombang pasang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gelombang pasang mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga.
Ratusan rumah yang hancur diterjang gelombang pasang ini tersebar di beberapa dusun yakni Kubu Kelod, Sema, Munduk, dan Badung. Sejak 3 hari terakhir, gelombang setinggi 5 hingga 7 meter menerjang pesisir pantai di Desa Bungkulan sehingga mengakibatan hancurnya ratusan rumah warga.
Pasca terjangan gelombang pasang, ratusan warga Desa Bungkulan mengungsi karena rumah mereka hancur. Mereka mengungsi ke rumah sanak keluarga dan berharap segera menerima bantuan dari pemerintah.Terjangan gelombang pasang juga mengakibatkan belasan perahu nelayan terdampar ke tengah sawah, sekitar seratus meter dari bibir pantai. Gelombang pasang juga mengakibatkan puluhan hektar sawah terendam air laut.
“Gelombangnya sampai 7 meter Pak. Sudah hampir seminggu ini gelombangnya seperti ini,” kata Putu Suparsana, salah seorang warga Desa Bungkulan.Menurut Kepala Desa Bungkulan, Ketut Kusuma Ardhana, total jumlah rumah yang rusak diterjang gelombang pasang mencapai 111 rumah.“Pantai yang terkena gelombang pasang antara lain pantai di Bungkulan, Bukti, dan Sangsit,” jelas Ketut. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan