Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Respons Biden Soal Israel Bunuh Nasrallah: Keadilan Untuk Korbannya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel telah menewaskan pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah, dalam serangan bertubi-tubi ke wilayah Beirut, Lebanon.
Israel menyatakan Nasrallah tewas dalam serangan yang menargetkan ke komando Hizbullah di Beirut selatan. Hizbullah pun mengonfirmasi kematian Nasrallah tersebut.
Merespons hal tersebut, Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Kamala Harris mengatakan kematian Nasrallah adalah sebuah bentuk keadilan bagi para korbannya. AS sendiri dikenal sebagai sekutu bagi Israel.
Mengutip dari CNN, dalam sebuah pernyataan Biden mengatakan AS, "sepenuhnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan Hizbullah Hamas, Houthi, dan kelompok teroris lain yang didukung Iran."
"Pada akhirnya, tujuan kami adalah meredakan konflik yang sedang berlangsung di Gaza dan Lebanon melalui jalur diplomatik," kata Biden.
"Di Gaza, kami telah mencapai kesepakatan yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera. Di Lebanon, kami telah merundingkan kesepakatan yang akan mengembalikan orang-orang dengan selamat ke rumah mereka di Israel dan Lebanon selatan," imbuhnya, "Sudah saatnya kesepakatan ini diselesaikan, ancaman terhadap Israel dihilangkan, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas mendapatkan stabilitas yang lebih besar."
Hampir senada disampaikan Harris yang sedang berkompetisi sebagai Capres AS di Pilpres 2024 ini.
"Hari ini, para korban Hizbullah mendapatkan keadilan," ujar Harris dikutip dari Reuters.
Sementara itu pada Sabtu ini, Kementerian Luar Negeri memerintahkan karyawannya di kedubes AS di Beirut dan lainnya untuk meninggalkan Lebanon.
Sebelumya merespons kematian Nasrallah, Hizbullah menegaskan pihaknya tetap akan berjuang menggempur Israel, termasuk untuk dukungan kepada Gaza dan Palestina.
Sementara itu, Caretaker Perdana Menteri Libanon, Najab Mikati mengatakan negaranya menghadapi ancaman yang berbeda. Kantor PM Lebanon mengumumkan masa berduka tiga hari terkait wafatnya Nasrallah saat proses pemakaman. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3038 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2073 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun