Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Respons Biden Soal Israel Bunuh Nasrallah: Keadilan Untuk Korbannya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel telah menewaskan pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah, dalam serangan bertubi-tubi ke wilayah Beirut, Lebanon.
Israel menyatakan Nasrallah tewas dalam serangan yang menargetkan ke komando Hizbullah di Beirut selatan. Hizbullah pun mengonfirmasi kematian Nasrallah tersebut.
Merespons hal tersebut, Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Kamala Harris mengatakan kematian Nasrallah adalah sebuah bentuk keadilan bagi para korbannya. AS sendiri dikenal sebagai sekutu bagi Israel.
Mengutip dari CNN, dalam sebuah pernyataan Biden mengatakan AS, "sepenuhnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan Hizbullah Hamas, Houthi, dan kelompok teroris lain yang didukung Iran."
"Pada akhirnya, tujuan kami adalah meredakan konflik yang sedang berlangsung di Gaza dan Lebanon melalui jalur diplomatik," kata Biden.
"Di Gaza, kami telah mencapai kesepakatan yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera. Di Lebanon, kami telah merundingkan kesepakatan yang akan mengembalikan orang-orang dengan selamat ke rumah mereka di Israel dan Lebanon selatan," imbuhnya, "Sudah saatnya kesepakatan ini diselesaikan, ancaman terhadap Israel dihilangkan, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas mendapatkan stabilitas yang lebih besar."
Hampir senada disampaikan Harris yang sedang berkompetisi sebagai Capres AS di Pilpres 2024 ini.
"Hari ini, para korban Hizbullah mendapatkan keadilan," ujar Harris dikutip dari Reuters.
Sementara itu pada Sabtu ini, Kementerian Luar Negeri memerintahkan karyawannya di kedubes AS di Beirut dan lainnya untuk meninggalkan Lebanon.
Sebelumya merespons kematian Nasrallah, Hizbullah menegaskan pihaknya tetap akan berjuang menggempur Israel, termasuk untuk dukungan kepada Gaza dan Palestina.
Sementara itu, Caretaker Perdana Menteri Libanon, Najab Mikati mengatakan negaranya menghadapi ancaman yang berbeda. Kantor PM Lebanon mengumumkan masa berduka tiga hari terkait wafatnya Nasrallah saat proses pemakaman. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2638 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan