Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Rossgram Jadi Pengganti Instagram Usai Diblokir Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Rusia telah memblokir Instagram sejak minggu lalu. Untuk mengatasi itu, developer di Rusia bakal menciptakan kloningnya yang diberi nama Rossgram.
Rossgram direncanakan mulai dibuka pada 28 Maret untuk blogger, sponsor dan investor.
Sementara pengguna umum bakal mendapatkan akses yang bisa diunduh di Android maupun iOS pada April nanti.
Aplikasi Rossgram ini juga mendukung tools untuk monetisasi seperti akses konten berbayar, program referral, crowdfunding, dan lainnya.
Rossgram ini dibuat oleh Alexander Zobov bersama rekannya, Kirill Filimonov.
Ia bersama grup developernya sudah siap membangun aplikasi untuk menggantikan Instagram yang diblokir pemerintah.
"Kami memutuskan untuk tidak melewatkan kesempatan membuat analog dari jejaring sosial populer yang dicintai rekan senegara kami," ujar Zobov, dikutip dari Protocol, Selasa (22/3/2022).
Proyek ini diumumkan tak lama setelah Rusia memblokir akses ke Instagram dan menyebut Meta, induk perusahaan, sebagai kelompok ekstrimis.
Pemerintah Rusia sebenarnya juga memblokir Facebook. Tapi jika dilihat dari jumlah unduhan di App Store dan Google Play Store, Instagram jauh lebih populer di negara tersebut.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4345 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1467 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 961 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 940 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun