Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Rusia Akan Ciptakan Laser, Tembak Jatuh Satelit Musuh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia berencana akan menciptakan sistem laser yang dapat membutakan satelit musuh.
Sistem yang tampaknya berada di fasilitas ruang angkasa Krona Kementerian Pertahanan Rusia di dekat Zelenchukskaya itu, terungkap melalui penyelidikan sumber terbuka yang diterbitkan oleh The Space Review.
Dengan menganalisis citra satelit publik, dokumen permintaan dari kontraktor industri Rusia dan dokumen keuangan Rusia menyarankan bahwa proyek yang disebut Kalina ini dapat mengarahkan pulsa laser untuk merusak sensor optik satelit.
Proyek Kalina sendiri merupakan sistem laser yang dirancang untuk perang elektro-optik.
"Dokumentasi tender yang ditempatkan secara online pada 2015 telah memperjelas bahwa Kalina akan menampilkan teleskop baru yang memiliki sinar laser mengarah secara akurat ke satelit," tulis The Space Review, dikutip dari Independent, Selasa (12/7/2022).
Proyek ini awalnya dimulai pada 2011, tetapi penelitian pendahuluan dilakukan pada awal satu dekade sebelumnya. Kompleks Kalina memiliki peralatan pengawasan termasuk sistem lidar dan radar yang digunakan untuk mengidentifikasi target teleskop luar angkasa.
Menurut laporan, gedung teleskop dan terowongan yang menghubungkan ke gedung lidar sudah terpasang. Tetapi tidak diketahui berapa banyak perangkat keras yang telah dipersiapkan.
Kemajuan ini sendiri bisa memberikan Rusia sanksi ekonomi, khususnya pada elektronik. Pada November tahun lalu, Rusia melakukan uji coba rudal yang menghancurkan salah satu satelitnya sendiri.
Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk perbuatan Rusia dan menyebutnya sebagai uji coba sembrono karena menciptakan hampir 1.500 keping puing yang mengambang di orbit rendah Bumi, lokasi di mana Stasiun Luar Angkasa Internasional berada.
Mantan astronaut, badan antariksa internasional, dan pejabat pemerintah di seluruh dunia berpendapat bahwa pengujian senjata anti-satelit (ASAT) harus dihentikan karena risiko yang ditimbulkannya dari menciptakan puing-puing luar angkasa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2289 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1839 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun