Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Rusia Kecewa Obama Batal ke Bali
moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Moskow. Pusat pemerintahan Rusia, Kremlin, menyuarakan kekecewaannya pada Jumat (4/10/2013) atas pembatalan kunjungan Presiden AS Barack Obama ke KTT APEC di Bali pekan ini.
Tadinya Obama menyatakan tetap datang ke KTT APEC, meskipun batal ke Malaysia. Bahkan Obama sudah dijadwalkan akan meninggalkan Bali pada Sabtu (5/10/2013) untuk menghadiri KTT Asia Timur di Brunei, tulis RIA Novosti, Jumat (4/10/2013).
Padahal Presiden Vladimir Putin sudah menyediakan waktu bertatap muka dengan Obama di Bali, namun jadwal pertemuan itu dengan sendirinya batal karena Obama masih berkutat dengan urusan “government shutdown” di Amerika Serikat.
Obama tetap tinggal di Washington setelah Kongres AS tak sepakat dengan anggaran belanja yang diajukan pemerintah Obama untuk menjalankan roda pemerintahan yang mulai berlaku pada 1 Oktober. Pemerintah terpaksa menutup sebagian kantor-kantor dan layanan-layanan publik (government shut down) untuk waktu yang tidak ditentukan.
Republiken ingin rancangan undang-undang anggaran belanja ini diganjal supaya undang-undang kesehatan yang baru yang sudah disahkan DPR (House of Representative), dikenal sebagai Obamacare, mejan tak bisa dilaksanakan pada Selasa kemarin.
Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov mengatakan, “sangat disesali pertemuan ini tidak terjadi, padahal hubungan bilateral kedua negara sedang di tidak bagus dan perlu dilakukan dialog berkelanjutan.”
“Tetapi kita paham situasi yang berkembang di AS sekarang,”ujar Peskov. “Kita berharap situasi ini bisa diatasi,” tambahnya.
Obama digantikan Menlu John F.Kerry yang kemungkinan besar kembali bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Obama membatalkan rencana pertemuan “one-on-one”, alias empat mata, dengan Putin pada KTT G20 di St.Petersburg, Rusia, September kemarin. Pertemuan empat mata ini diharapkan memecahkan hubungan AS-Rusia yang mulai dingin, seperti awal Perang Dingin dulu. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan