Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sampel Darah dan Liur Kerbau Mati di Dekat Sirkuit Dibawa ke Bali

Kerbau Mati Bertambah Jadi 18 Ekor

Minggu, 12 September 2021, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sampel Darah dan Liur Kerbau Mati di Dekat Sirkuit Dibawa ke Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Kerbau yang mati mendadak di sekitar proyek pembangunan sirkuit Mandalika di Dusun Ketapang Desa Kuta, Kecamatan Pujut terus bertambah. 

Hingga Jumat (10/9), sudah ada 18 ekor yang mati mendadak. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB yang melakukan pemeriksaan, mengambil sampel darah dan liur kerbau untuk diteliti di Laboratorium Kesehatan hewan di Bali.

“Dari hari Rabu ada yang mati, Kamis ada juga dan tadi malam. Kalau totalnya 18 ekor sama anaknya masih kecil,” ungkap pemilik kerbau, Lalu Nure.

Dari pengakuan pemilik, ada juga kerbau miliknya yang berhasil disembelih. Sementara kerbau yang masih kecil, terpaksa dikubur. Diakuinya, sebelum mati dari mulut kerbau miliknya mengeluarkan busa warna putih.

“Saya tidak tau kenapa bisa mati begini, setiap hari ada saja yang mati,” katanya.

Sementara itu, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB langsung turun Jumat pagi tadi ke Dusun Ketapang Desa Kuta. Mereka turun dalam rangka mengambil sampel darah dari masing hewan milik Lalu Nure.

“Ada tiga ekor tempat kami ambil sampel, awalnya kami mau ambil semua cuma sulit komunikasi dengan pemilik,” ungkap Dokter Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muslih.

Dokter ini mengaku, pihaknya turun ke lokasi karena memang dari kemarin ada masuk laporan. Kepala dinas pun tadi pagi memerintahkan untuk turun langsung. 

“Jadi sampel yang ada ini kami akan bawa ke lab dan menunggu hasilnya keluar. Pemeriksaan lab juga adanya di Bali,” bebernya.

Diakuinya, menurut laporan ada 15 ekor kerbau yang mati namun tidak mati secara bersamaan. Ada juga yang berhasil diberikan anti biotik. 

“Kalau dibiarkan bahaya karena bisa menjangkit kerbau yang lain. Apalagi ini satu kandang,” katanya.

Dari kejadian ini, dokter menduga sementara bahwa kerbau yang mati mendadak terkena penyakit ngorok atau septicaemia Epizootika (SE). Penyakit menular ini hanya bisa menular kepada dua hewan yakni, sapi dan kerbau.

”Kalau keracunan disebabkan limbah mungkin belum mengarah ke sana ya, karena kami bicara berdasarkan gejala kami lihat. Kata pemilik juga kerbau ini minum air sumur bor selama ini,” jelasnya.

Untuk sementara, pihaknya akan menyampaikan apa penyebab kerbau ini mati mendadak nanti setelah ada keluar hasil dari laboratorium di Bali.

”Paling tidak Senin pagi atau siang,” kata dokter hewan Muslih.

Sebelumnya sempat viral seekor kerbau mengaspal di lintasan sirkuit Mandalika. Dan beberapa hari berselang, kejadian 15 ekor kerbau milik warga sekitaran sirkuit, mati mendadak. Angka kematian kerbau milik warga sekitar Sirkuit terus, hingga Jumat (10/9) sudah 18 ekor yang tewas. 

Banyak dugaan masyarakat netizen, setelah berita mati mendadak hewan kerbau dekat sirkuit ini viral. Ada yang menduga sengaja diracun, tak lama setelah viral 

"kerbau uji coba mengaspal di lintasan sirkuit". Hingga polisi melakukan penyelidikan dengan melibatkan tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB dan Lombok Tengah. 

"Sudah turun Dinas Peternakan dan dokter hewan. Mudah-mudahan Senin (13/9) hasil pemeriksaan lab keluar," kata Kapolsek Kuta, I Made Dimas SIK, via WhatsApp, Jumat (10/9).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami