Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Sandiaga Uno Serahkan 1.000 Hewan Kurban di 17 Provinsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyiapkan 1.000 hewan kurban untuk diberikan 17 provinsi.
Hewan kurban tersebut diserahkan kepada tokoh agama, masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
Sandiaga mengajak masyarakat untuk bangkit dari pandemi COVID-19 dengan melakukan kurban. Karena dengan berkurban dapat dijadikan contoh semangat kebangkitan.
Bersinergi dengan tokoh agama, ormas islam, pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan 18 Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Islam, Sandi menyebut telah menyiapkan hewan kurban untuk dibagikan ke beberapa provinsi.
"Kami menyiapkan 1.000 hewan kurban untuk diberikan di 17 Provinsi," ujarnya, Selasa (20/7/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Sandi menuturkan, ke-17 Provinsi tersebut antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Selatan, Sulawesi utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi tenggara, dan sejumlah Provinsi lainnya.
Ada pun hewan kurban yang diberikan berupa sapi, kerbau, dan kambing yang dilakukan serentak secara hybrid dengan protokol kesehatan ketat.
"Ada 114 lokasi termasuk pemotongan dan pencacahan serta pembagian daging kurban untuk masyarakat," kata Sandiaga.
Diakui Sandi, masyarakat kini sedang berada di tengah keprihatinan. Untuk itu di momentum Idul Adha hari ini, pihaknya menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, bermanfaat, dan memastikan kebangkitan ekonomi.
Namun, Sandi meminta masyarakat untuk tetap semangat menjalani kehidupan melawan COVID-19.
"Kami mengapresiasi pengorbanan semua pihak, khususnya para medis yang bekerja di garis terdepan membantu penyembuhan masyarakat dari COVID-19," tuturnya.
Sandi mengungkapkan, dokter, perawat, apoteker, petugas ambulans, petugas pemakaman dan tenaga medis telah bekerja keras selama pandemi dengan mengutamakan keselamatan orang lain.
Bahkan, sejumlah tenaga medis, guru, Polisi, TNI, relawan, dan aparatur negara, harus kehilangan nyawa saat membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.
"Selain itu, rasa terima kasih mendalam untuk para pelaku usaha, pedagang yang membatasi jam operasionalnya, serta pegawai yang bekerja di rumah, demi membantu mengurangi beban rumah sakit dan fasilitas kesehatan," pungkas Sandiaga.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4545 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun