Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Sarkofagus 2000 Tahun Dilebur Dijadikan Batu Bata
BERITABALI.COM, GIANYAR.
3 buah sarkofagus (peti kubur batu) berumur 2000 tahun lebih ditemukan seorang pembuat batu bata di wilayah Bitra, Gianyar Bali. Karena ketidaktahuan warga, dua buah sarkopagus dihancurkan dan dijadikan batu bata.
3 buah sarkofagus berumur 2000 tahun lebih ini ditemukan seorang buruh batu bata asal Lombok, bernama Abdurrahman, di areal subak Bitra, jalan By- Pass Dharma Giri, Gianyar, Sabtu ( 31/10) lalu.
Hari ini (6/11), satu sarkofagus dibuka oleh petugas Balai Pelestarian Purbakala Bali. Pemilik tanah lokasi penemuan sarkfagus, AA Gde Agung Suryaninggrat, tidak mengizinkan petugas untuk memindahkan benda itu ke Kantor Purbakala di Bedulu, Gianyar.
Suryaninggrat menyatakan siap melestarikan sarkofagus itu di tanah miliknya itu. Dia menduga menduga keberadaan benda ini erat kaitannya dengan kerajaan Peling yang berpusat di wilayah Bitera.
Dari nama kerajaan itu, persawahan di lokasi temuan itu bernama Subak Peling. Jika nantinya lokasi itu kurang aman, pihaknya siap akan memindahkan benda itu ke pekarangan rumahnya di Bitera, sekitar 1 Km barat Kota Gianyar.
Dalam rongga sarkofagus, petugas sejumlah benda bekal kubur manusia purba yakni 8 gelang perunggu, satu ikat pinggang, satu batu spiral, satu batu manik, dan tiga gigi geraham.
Peneliti Balai Arkeologi Denpasar, Bali, Dra Ayu Kusumawati mengatakan, sarkofagus ini dibuat pada jaman perundagian, sekitar 2000 tahun lampau atau masa prasejarah. Sarkofagus ini merupakan batu kubur orang yang disegani pada jaman itu.
Posisi jenazah diletakkan dengan sistem dorsal atau tubuh yang dilipat seperti bayi dalam kandungan. Sarkofagus tipe kecil (panjang antara 80-148 cm) ini memiliki kesamaan dengan temuan yang sama di Keramas, Gianyar, yakni dari segi masa dan bentuk.
“Sebenarnya ada 3 buah sarkofagus kuno yang ditemukan warga. Tapi karena ketidaktahuan warga, dua buah sarkofagus dihancurkan dan dijadikan batu bata. Hanya satu buah sarkofagus yang dilaporkan dan berhasil kita selamatkan,†kata Kusumawati.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 471 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 379 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 309 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan