Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Sebelumnya Kurang Tepat, Aksara Bali di Alun-alun Gianyar Dibenahi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Huruf Aksara Bali 'Alun-alun Gianyar' sebagai bagian dari proyek penataan Lapangan Astina sempat dinilai kurang tepat.
Pemilihan Aksara dinilai kurang tepat, terutama pada penulisan Gianyar. Penilaian ini diutarakan sejumlah warga yang paham tata titi penulisan Aksara Bali, setelah Bupati Gianyar Made Mahayastra dengan bangga memposting progres penataan lapangan yang hampir rampung pada Minggu (22/11) lalu.
Setelah ramai diperbincangkan, aksara Bali alun-alun Gianyar pun langsung diselubung dengan plastik. Dinas PUPR Kabupaten Gianyar kemudian bersurat ke Prodi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud dengan Nomor Surat 640/6143/PUPR/2020 tentang permohonan alih aksara dari huruf Latin ke aksara Bali.
Melalui Surat balasan No : 16/UN14.2.1.V.2/PD/2020 tentang alih aksara huruf Latin ke aksara Bali yang ditujukan pada Kadis PUPR Kabupaten Gianyar, Prodi Sastra Bali menyampaikan aksara Bali untuk Alun-alun Gianyar sesuai dengan aturan Pasang Aksara Bali yang berlaku.
Alun-alun menjadi satu kata yang dipisah dengan adeg-adeg. Kemudian Gianyar, menggunakan gantungan Nania. Setelah sesuai rekomendasi, tulisan Alun-alun Gianyar kembali dibuka mulai Kamis (10/12) malam. Tulisan yang memancarkan cahaya merah di malam hari ini otomatis menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Gianyar.
Namun, masyarakat masih harus bersabar untuk bisa berfoto disini. Mengingat proyek penataan Lapangan Astina Gianyar belum rampung.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1105 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 739 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun