Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Semenanjung Korea 'Panas', Jepang Berencana Beli 400 Rudal Tomahawk AS
beritabali.com/cnnindonesia.com/Semenanjung Korea 'Panas', Jepang Berencana Beli 400 Rudal Tomahawk AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jepang dikabarkan berencana membeli sedikitnya 400 rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat. Rencana itu pertama kali diungkap oleh koalisi pemerintah di parlemen saat rapat dengan komite anggaran majelis rendah parlemen pada Senin (27/2).
Koalisi pemerintah menuturkan 400 buah rudal menjadi jumlah maksimal yang dapat dibeli Jepang. Namun, jumlah itu belum pasti dan masih bisa diubah.
Dikutip lembaga penyiaran Jepang NHK, baru-baru ini, koalisi oposisi pemerintah dari Partai Demokrasi Konstitusional mendesak pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida untuk segera mempercepat pembelian rudal.
Koalisi oposisi juga meminta pemerintah segera mengumumkan kepastian soal jumlah pembelian rudal Tomahawk.
Namun, Kishida menuturkan pembelian ini sangat menarik perhatian publik. Ia pun masih mempertimbangkan apakah pemerintahnya akan mengeluarkan pengumuman resmi atau tidak soal pembelian rudal ini ketika sudah pasti.
Partai oposisi juga meminta pemerintah memberikan contoh nyata kasus di mana negara akan menggunakan kemampuan serangan baliknya.
Tetapi Kishida menolak membeberkannya kepada parlemen. Ia mengatakan mengungkapkan rincian tersebut dapat mengancam keamanan nasional Jepang.
Rencana pembelian ratusan rudal ini berlangsung ketika situasi geopolitik di Asia Timur kian tak menentu.
Korea Utara kembali melancarkan serangkaian uji coba rudal balistiknya yang beberapa kali jatuh ke dekat perairan Jepang.
Sementara itu, ketegangan antara Taiwan dan Cina juga terus meningkat sejak Agustus lalu, di mana sejumlah pihak membuka peluang kalau Beijing mungkin saja melancarkan "invasi" layaknya Rusia ke Ukraina.
Di sisi lain, Jepang tidak memiliki angkatan bersenjata (militer) seperti layaknya negara tetangga. Dalam perjanjian antara Amerika Serikat dan Jepang pasca Perang Dunia II, Negeri Sakura secara hukum dilarang memiliki potensi tempur dan berperang sehingga memiliki angkatan bersenjata pun dilarang.
Meski tidak memiliki pasukan militer atau tentara, sebagai gantinya Jepang memiliki Pasukan Bela Diri (Japan Self-Defense Foce/SDF) yang dibentuk pada 1954. SDF terbagi ke dalam tiga pasukan, yakni Pasukan Bela Diri Barat (GSDF), Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF), dan Pasukan Bela Diri Udara (ASDF).
Tujuan dibentuknya SDF pun bukan untuk berperang, namun hanya sebagai pertahanan negara dan bilateral (bekerja sama dengan AS).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2284 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1812 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1576 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1021 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun