Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Sempat Terdampak Lewotobi, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Kembali Normal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah sempat terganggu akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai kembali normal sejak Rabu malam (18/6/2025).
Penerbangan domestik seperti ke Cengkareng, Labuan Bajo, dan Semarang telah beroperasi seperti biasa.
Penerbangan internasional juga kembali mengudara, termasuk rute ke Perth, Sydney, Adelaide, dan Melbourne di Australia, serta tujuan Singapura, Kamis dini hari, (19/6/2025).
Communication and Legal Division Head Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi bahwa sejumlah maskapai yang sebelumnya membatalkan penerbangan kini kembali beroperasi.
Di antaranya, Malaysia Airlines (Kuala Lumpur), Virgin Australia (Brisbane, Sydney, Melbourne), Jetstar (Melbourne, Sydney, Darwin), Vietnam Airlines (Ho Chi Minh), Singapore Airlines (Singapura), Juneyao Airlines (Pudong) dan Malindo Air (Kuala Lumpur–Denpasar–Perth).
“Hingga saat ini, seluruh operasional berjalan tertib dan lancar, baik keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya, Kamis,(19/6/2025) di Tuban, Badung.
Pihak bandara tetap mengimbau calon penumpang untuk memastikan jadwal penerbangan langsung ke maskapai masing-masing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4651 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2454 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2098 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1708 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1139 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun