Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Serangan Udara Rusia Hancurkan Rumah Sakit Bersalin

Jumat, 11 Maret 2022, 09:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Serangan Udara Rusia Hancurkan Rumah Sakit Bersalin

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Rusia meluncurkan serangan udara yang menghancurkan rumah sakit bersalin di Mariupol dan mengakibatkan 17 orang terluka. Selain itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia atau biologi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam vlognya menyebut ada 35.000 warga sipil yang dievakuasi dari sejumlah kota pada Rabu (09/03). Tiga koridor kemanusiaan telah memungkinkan penduduk untuk meninggalkan kota timur laut Sumy, kota tenggara Enerhodar, dan daerah sekitar ibu kota Kyiv.

Zelenskyy berharap lebih banyak akses terbuka pada Kamis (10/03) dengan untuk mengevakuasi warga dari kota-kota tenggara Mariupol dan Volnovakha, serta kota timur Izium.

Zelenskyy serukan penguatan sanksi Barat Zelenksyy meminta negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia setelah serangan udara menghancurkan sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.

"Sebuah genosida Ukraina sedang terjadi,” kata Zelenskyy. Dia menggambarkan serangan di rumah sakit sebagai "kejahatan perang.” Setidaknya 17 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk wanita hamil.

Dia menambahkan bahwa orang-orang, termasuk anak-anak, terjebak di bawah puing-puing setelah serangan itu.

Mariupol telah diblokade oleh pasukan Rusia selama sembilan hari. Zelenskyy menegaskan bahwa pengepungan ini "di luar kekejaman.”

AS tuding Rusia gunakan senjata kimia Dana Moneter Internasional (IMF) memberi bantuan sebesar $1,4 juta (Rp19,6 triliun) untuk membantu Ukraina mengatasi "krisis kemanusiaan dan ekonomi yang masif.”

Rusia dan Ukraina mengumumkan pergeseran ekspor di tengah krisis. Para pengamat mengatakan bahwa gangguan terhadap ekspor gandum Rusia dan Ukraina bisa menghancurkan negara-negara Afrika Tengah yang sangat bergantung pada kedua pemasok tersebut.

Selain itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia atau biologi sebagai bagian dari serangan "bendera palsu” di Ukraina.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami