Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri di Kebun
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang siswi salah satu SMA di Kabupaten Bima diduga diperkosa oleh ayah tirinya. Gadis 14 tahun berinisial FA diperkosa sekitar pukul 11.20 WITA di sebuah kebun di Kecamatan Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat Jumat (15/1).
Sementara, pelaku MA (40) tahun telah ditangkap malam hari setelah memperkosa korban di rumah di Wawo. Ia saat ini telah diamankan di Polres Bima Kota.
Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono menerangkan, awalnya laporan disampaikan ke Polsek Wawo. Bahwa ada dugaan pemerkosaan terhadap pelajar SMA yang dilakukan ayah tirinya. "Anggota langsung menindaklanjuti laporan tersebut," ujar Kapolres, Sabtu (16/1).
Personel Polsek Wawo yang dipimpin Ka SPKT II Aipda Muhtar mendatangi rumah sekitar pukul 22.50 WITA. "Pelaku saat itu ada di rumah dan anggota langsung mengamankan serta membawa pakaian yang dikenakan korban pada saat diperkosa oleh terduga pelaku," terangnya.
Kasus dugaan pemerkosaan itu kini telah diserahkan ke unit PPA Satuan Reskrim Polres Bima Kota. "Pelaku sedang dilakukan pemeriksaan di Polres," ungkapnya.
Sementara kondisi di desa korban maupun pelaku pasca kejadian, Informasi polisi dalam keadaan kondusif. Tidak ada gejolak dan reaksi dari warga.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1071 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 410 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun