Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siswi SMP Digilir 3 Pelajar SMA Selama 2 Hari 2 Malam

Jumat, 24 September 2021, 23:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Siswi SMP Digilir 3 Pelajar SMA Selama 2 Hari 2 Malam.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Bunga (nama samaran, red), 13 tahun, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Tengah dicabuli secara bergilir oleh pacar dan dua temannya. 

Dengan modus diajak jalan-jalan berwisata sepulang sekolah, Bunga digilir selama dua hari dua malam di sebuah rumah. Kasus tindak asusila yang menjerat pelaku inisial P, I dan J warga Loteng tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres setempat.

"Terduga pelaku merupakan pelajar SMA. Satu pelaku merupakan pacar korban dan dua pelaku merupakan teman pacarnya," ujar Kasatreskrim Polres Loteng, Iptu Redho Rizki Pratama melalui Kanit PPA Polres Loteng, Aipda Pipin kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/9).

Peristiwa yang merenggut keperawanan Bunga bermula saat korban pulang sekolah dan diajak jalan-jalan ke tempat wisata oleh ketiga pelaku. Selanjutnya korban di bawa ke sebuah rumah dan di sanalah korban disetubuhi pada malam hari. 

"Korban disetubuhi secara bergilir di sebuah rumah," katanya. 

Selanjutnya, selang dua hari kemudian korban diantarkan pulang ke rumahnya. Sehingga pihak keluarga curiga dan korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. 

"Korban dibawa dua hari dua malam, baru dipulangkan," katanya. 

Selanjutnya, pihak keluarga merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut. Sehingga langsung melakukan penyelidikan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, baik itu korban maupun saksi lainnya. 

"Atas perbuatannya terduga pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang perlindungan anak dengan hukum 15 Tahun penjara," jelasnya. 

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat atau orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya. 

"Orang tua harus lebih perhatian kepada anaknya, supaya tidak terjadi kasus yang sama lagi," katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami