Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
SMS Aneh Resahkan Warga Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
http://beritabali.com/tag/smsMenjelang tengah malam, sejumlah warga di beberapa pemukiman di Singaraja diresahkan dengan sebuah pesan singkat (SMS) yang sangat aneh terkait pelaksanaan Panca Bali Krama di Pura Besakih, Karangsem.
SMS yang beredar sejak Kamis (2/4) sore itu belum diketahui asalnya, bahkan masyarakat di Buleleng yang menerima pesan singkat itu mengaku resah, lantaran nada pesan dalam bahasa bali itu membuat warga ketakutan.
“Ini saya terima tadi bersama beberapa teman, masalahnya, sms ini meresahkan warga dan membuat masyarakat takut, ini harus segera disikapi dan para pemuka agama maupun adat untuk bisa menjelaskan kepada warga dengan pesan singkat ini,” ungkap Nyoman Selamat, warga Jalan Sahadewa yang menerima SMS tersebut.
Dalam pesan singkat berbahasa Bali itu menyebutkan, warga diminta untuk tidak tidur sampai jam sebelas, sebab jujungan di Pura Besakih mencari tumbal dan juga tidak boleh keluar.” Bagaimana warga tidak resah, kalau seperti ini bunyi pesan singkatnya yang entah dari mana asalnya,” papar Selamat ketus.
Terkait beredarnya SMS yang meresahkan warga itu belum ada upaya untuk memberikan penjelasan dari sejumlah pemuka agama maupun adat di Buleleng, bahkan beberapa diantaranya saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya pesan singkat yang meresahkan warga. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 630 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 598 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 374 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 317 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun