Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Soal Hepatitis Akut, Dinkes Bali Harap Orangtua Kenali Gejalanya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau para tenaga kesehatan, khususnya yang berada di pelosok-pelosok pedesaan, agar aktif memberikan edukasi dan informasi pada masyarakat terkait dengan gejala dan pencegahan hepatitis akut.
Pihak Dinkes mengaku sejak mendapat imbauan awal dari Kementerian Kesehatan terkait munculnya penyakit hepatitis akut, langsung menindaklanjuti dengan mengimbau jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, dan tenaga kesehatan di desa.
"Sejauh ini, di Bali memang belum ada laporan yang masuk terkait hepatitis yang belum diketahui penyebabnya itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom, Selasa (10/5/2022.
"Kami pun mengundang seluruh dokter anak di Bali yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mereka punya anggota seluruh Bali untuk memantau secara ketat, apabila ada gejala dan kejadian hepatitis akut ini," tambahnya.
Masyarakat khususnya para orang tua, harus terlebih dulu mengenali ciri-ciri atau gejala hepatitis akut dan bagaimana upaya pencegahannya.
"Gejalanya seperti hepatitis, padahal bukan hepatitis, karena penyebabnya bukan salah satu virus hepatitis. Gejalanya, mual, muntah, diare, demam ringan, warna kuning di kulit, dan urine pekat," ucapnya.
"Astungkara (atas izin Tuhan, red.) sampai saat ini belum ada kasus. Kita upayakan agar tidak ada di Bali," ujarnya.
Dewa Indra meminta para dokter anak yang sudah disiagakan, agar ketika menemukan pasien dengan gejala seperti hepatitis akut, langsung dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur untuk memastikan hepatitis akut atau tidak.
Jika menemukan anak yang sakit dengan gejala-gejala tersebut, ia meminta warga segera membawa ke fasilitas kesehatan yang terdekat.
Terkait upaya pencegahan, kata Anom, tidak jauh berbeda dengan upaya pencegahan penularan COVID-19 dengan senantiasa menerapkan 6M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, menjaga imun dan menaati aturan.
"Selain itu, penting untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan pihaknya juga sudah memberikan arahan kepada Dinas Kesehatan agar juga menerjunkan tim surveilans. (sumber: Antara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8322 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar